"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya."
Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta - seandainya memang terasa getir - langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
***
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari).
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
Bersiap untuk cinta dan bahagia
"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....."
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).
Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
‘Kita mungkin takkan Bahagia’
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab.
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain - bukan dengan si dia yang antum idamkan - niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’
Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.
Cinta membutuhkan waktu
"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar - contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah
Ideal bagus, Tapi realistik adalah Sempurna
"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan.
Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan - sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."
Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita "luar biasa" berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempatan (lagi)
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87). Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. Turmudzi).
"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR. Ahmad). Pacaran? Hm... Tunggu Dulu!!!
Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya.
Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah "tak kenal maka tak sayang" adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah "pacaran".
Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar'i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu "hubungan" yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak.
Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima : perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri.
***
Perkenalan
Islam tidak melarang seseorang untuk mengenal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujuraat : 13).
***
Hubungan Sahabat
Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang.
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Maidah : 2).
***
Jatuh Cinta
Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, "Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."
Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab ra, "Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya." Umar berkata, "Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan." (HR. Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, "Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang."
Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika rasa cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan merekaĆ¢€¦" (QS. An-Nuur : 30 - 31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian.
Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, 'Palingkanlah pandanganmu itu'!" (HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
Rasulullah SAW berpesan kepada Ali ra yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa'ifdz, dia berkata, "Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa'idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, 'Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?' Dia menjawab, 'Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, 'Wahai Habib?' Aku menjawab, 'Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.' Allah berfirman, 'Lewatlah Kamu di atas neraka'. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, 'Aduh (karena sakitnya)'. Maka Dia memanggilku, 'Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)." Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.
***
Hubungan Intim
Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah "pacaran".
Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: "apel". Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai.
Al-Hakim meriwayatkan, "Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan." (HR. Ahmad).
Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya, "Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita melainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah ra dan Ibn Abbas ra keduanya berkata, Rasulullah SAW berkhotbah, "Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanita itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."
Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri.
***
Hubungan Suami-Istri
Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan seks. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya.
Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukanya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat.
Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina.
Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur.
Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan meng alami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antar mereka." (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 'Apa ini?' Kedua orang itu berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina'." (Isi hadits tersebut kami ringkas redaksinya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).
Atha' al-Khurasaniy berkata, "Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya." (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi).
Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.
"Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berp uasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya." (HR. Bukhari). (Abu Annisa)
di kutip dari human error
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Inilah alasan cewek jatuh cinta
Apa yang membuat wanita tergila-gila pada seorang pria?!? Beberapa akan menjawab, karena tubuhnya yang begitu proporsional sehingga enak dilihat. Dan yang lainnya sepakat karena karena tatapan matanya yang begitu ‘dalam’, atau senyumnya yang begitu menawan….! Apapun alasannya, penampilan fisik memang menjadi salah satu bagian yang bisa meningkatkan daya tarik dan kekuatan seseorang untuk disukai lawan jenisnya.
Tapi, benarkah seorang wanita sangat mendambakan pria karena keadaan fisiknya? Ada wanita memilih pasangannya karena mereka punya ’sesuatu’ yang membuat dirinya terlihat lebih seksi :
1. “Dia pintar, dan selalu menanggapi apa yang saya tanyakan. Dia tahu mencari ‘jawaban’ pada setiap pertanyaan yang saya ajukan.
2. Dia lebih tenang dari saya. Setiap saya ngambek, dia nggak pernah membujuk, justru itu membuat saya jadi cepet ’sembuh’…
3. Sifat pengertiannya yang besar dan dia bisa menghibur kalau saya sedih. Pokoknya dia bisa bikin ketawa padahal saya benar-benar lagi sebel.
4. Dia tahu apa yang saya rasakan. Karena bintang kita berdua sama, jadilah dia ‘paranormal’ yang bisa menebak perasaan dan mood saya.
Deborah Blum, penulis Sex on the Brain : “The Biological differences Between Men and Women”, mengatakan :
Saat ini semakin banyak wanita atau pria yang menginginkan hubungan yang bersifat long term partner. Bukan saja hubungan yang sesaat atau one night stand. Itulah, sebabnya, wanita lebih senang mengamati gaya hidup pasangannya, termasuk kepribadian yang dimiliki pria tersebut, daripada hanya terpaku pada penampilan fisik saja.
Penasaran? Lanjutkan terus mencari tahu, sebenarnya sifat apa yang dimiliki pria sehingga ia begitu memikat di mata anda.
TAMPAK CERDAS
Wanita sangat ‘gemas’ dengan pria yang terlihat cerdas dan menanggapi perbincangan yang terjadi di antara mereka. Apalagi, perbincangan tersebut ‘bukan’ termasuk bahan pembicaraan yang biasa dilakukan pria.
Misalnya, tren olahraga yang disukai wanita saat ini, hits album terbaru favorit wanita, dan lain-lain. Pria akan lebih terlihat seksi ketika dia tahu segala ‘jawaban’ bagi pertanyaan yang Anda ajukan.
TENANG DAN MEYAKINKAN
Satu hal yang berusaha dihilangkan dari diri wanita adalah sifatnya yang terlalu emosional dan sensitif. Itulah sebabnya, wanita cenderung memilih pria yang bisa membuat mereka lebih tenang dan yakin dengan tindakan yang akan diambilnya.
Hebatnya, pria sering tampil yakin, kalau ia selalu ada untuk Anda. Selain itu, pria seperti ini membuat Anda yakin ia akan siap membantu Anda ketika dibutuhkan.
HUMORIS YANG TANPA BEBAN
Pria yang ‘penghibur’ lebih disenangi oleh wanita daripada pria kaku dan otoriter. Terkadang, wanita ingin menemukan orang yang bisa membuat ia tertawa di sela-sela kesibukan pekerjaan yang dihadapinya. Pria harus bisa menemukan celah ini dan belajar membuat jokes yang mampu menyegarkan suasana. “Bagaimana saya tidak jatuh cinta? Ia menceritakan sebuah cerita lucu ketika saya curhat tentang pekerjaan yang menyebalkan. Dan ia mengatakan, kamu lebih manis kalau tertawa…”
MENGERTI SIAPA ANDA
Kalau ini alasan Anda memilihnya, percayalah Anda bukan yang pertama melakukannya. Karena fakta mengatakan bahwa pria terpilih karena sifat pengertian yang berlimpah dalam dirinya. Wow! Dia mengerti kapan Anda terkena PMS (Gejala-gejala yang muncul saat akan menstruasi, red), sehingga ia rela hari-harinya akan dipenuhi dengan amarah dan emosi yang tidak stabil. Pengertian kalau Anda memilih berkumpul dengan teman-teman lama dan mengatur jadwal baru untuk Anda berdua.
Jadi, kalau wanita memilih pria bukan karena fisiknya, apakah berlaku untuk sebaliknya? Tanyakan saja langsung pada si Dia,kenapa Anda yang terpilih, dan bukan yang lain ! Satu lagi, tak ada salahnya kalau pria pasangan Anda bisa ikut membaca uraian ini….siapa tahu dia jadi lebih paham tentang apa yang Anda mau!
Tapi, benarkah seorang wanita sangat mendambakan pria karena keadaan fisiknya? Ada wanita memilih pasangannya karena mereka punya ’sesuatu’ yang membuat dirinya terlihat lebih seksi :
1. “Dia pintar, dan selalu menanggapi apa yang saya tanyakan. Dia tahu mencari ‘jawaban’ pada setiap pertanyaan yang saya ajukan.
2. Dia lebih tenang dari saya. Setiap saya ngambek, dia nggak pernah membujuk, justru itu membuat saya jadi cepet ’sembuh’…
3. Sifat pengertiannya yang besar dan dia bisa menghibur kalau saya sedih. Pokoknya dia bisa bikin ketawa padahal saya benar-benar lagi sebel.
4. Dia tahu apa yang saya rasakan. Karena bintang kita berdua sama, jadilah dia ‘paranormal’ yang bisa menebak perasaan dan mood saya.
Deborah Blum, penulis Sex on the Brain : “The Biological differences Between Men and Women”, mengatakan :
Saat ini semakin banyak wanita atau pria yang menginginkan hubungan yang bersifat long term partner. Bukan saja hubungan yang sesaat atau one night stand. Itulah, sebabnya, wanita lebih senang mengamati gaya hidup pasangannya, termasuk kepribadian yang dimiliki pria tersebut, daripada hanya terpaku pada penampilan fisik saja.
Penasaran? Lanjutkan terus mencari tahu, sebenarnya sifat apa yang dimiliki pria sehingga ia begitu memikat di mata anda.
TAMPAK CERDAS
Wanita sangat ‘gemas’ dengan pria yang terlihat cerdas dan menanggapi perbincangan yang terjadi di antara mereka. Apalagi, perbincangan tersebut ‘bukan’ termasuk bahan pembicaraan yang biasa dilakukan pria.
Misalnya, tren olahraga yang disukai wanita saat ini, hits album terbaru favorit wanita, dan lain-lain. Pria akan lebih terlihat seksi ketika dia tahu segala ‘jawaban’ bagi pertanyaan yang Anda ajukan.
TENANG DAN MEYAKINKAN
Satu hal yang berusaha dihilangkan dari diri wanita adalah sifatnya yang terlalu emosional dan sensitif. Itulah sebabnya, wanita cenderung memilih pria yang bisa membuat mereka lebih tenang dan yakin dengan tindakan yang akan diambilnya.
Hebatnya, pria sering tampil yakin, kalau ia selalu ada untuk Anda. Selain itu, pria seperti ini membuat Anda yakin ia akan siap membantu Anda ketika dibutuhkan.
HUMORIS YANG TANPA BEBAN
Pria yang ‘penghibur’ lebih disenangi oleh wanita daripada pria kaku dan otoriter. Terkadang, wanita ingin menemukan orang yang bisa membuat ia tertawa di sela-sela kesibukan pekerjaan yang dihadapinya. Pria harus bisa menemukan celah ini dan belajar membuat jokes yang mampu menyegarkan suasana. “Bagaimana saya tidak jatuh cinta? Ia menceritakan sebuah cerita lucu ketika saya curhat tentang pekerjaan yang menyebalkan. Dan ia mengatakan, kamu lebih manis kalau tertawa…”
MENGERTI SIAPA ANDA
Kalau ini alasan Anda memilihnya, percayalah Anda bukan yang pertama melakukannya. Karena fakta mengatakan bahwa pria terpilih karena sifat pengertian yang berlimpah dalam dirinya. Wow! Dia mengerti kapan Anda terkena PMS (Gejala-gejala yang muncul saat akan menstruasi, red), sehingga ia rela hari-harinya akan dipenuhi dengan amarah dan emosi yang tidak stabil. Pengertian kalau Anda memilih berkumpul dengan teman-teman lama dan mengatur jadwal baru untuk Anda berdua.
Jadi, kalau wanita memilih pria bukan karena fisiknya, apakah berlaku untuk sebaliknya? Tanyakan saja langsung pada si Dia,kenapa Anda yang terpilih, dan bukan yang lain ! Satu lagi, tak ada salahnya kalau pria pasangan Anda bisa ikut membaca uraian ini….siapa tahu dia jadi lebih paham tentang apa yang Anda mau!
Diposting oleh
Adericky
Label:
cinta
Lokasi:
Ciburayut, Cijeruk, Indonesia
alasan kamu jatuh cinta..
KEBUTUHAN BIOLOGIS
Manusia itu diciptakan berpasangan, untuk saling melindungi dan menyayangi. Maka, sudah bagian dari fitrah manusia kalo' memiliki potensi untuk mencintai 'N dicintai. Dalam psikologi, cinta adalah bagian dari emosi yang secara naluri ngga' bisa dihindari. Karena itu, ia menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam artian, cinta harus direfleksikan kepada objek yang diinginkan. Singkatnya, kalo' ada orang yang lagi mencintai orang lain, maka saat itu ia sedang memenuhi kebutuhan biologisnya.
BUTUH TEMAN CURHAT
Kadang-kadang kamu sulit membicarakan hal-hal yang bersifat privacy. Terhadap orang tua pun, kamu sulit berterus terang. Ngga' semua anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya dan juga sebaliknya. Meskipun hal tersebut ngga' baik jika kamu abaikan. Bagaimanapun juga, orang tuamu adalah pendengarmu yang paling baik dan setia lho. Ngga' tahu kenapa, buat sebagian orang, ada hal-hal yang memang bikin ricuh dan malu untuk diomongin ke orang tua. Kalo' sudah gini, seseorang butuh teman yang bisa ngerti dan siap mendengarkan semua keluhan. Biasanya curhat dengan lawan jenis terasa lebih menarik ketimbang dengan sesama jenis. Kadang jawaban yang diberikan terasa lebih objektif, iya kan ? Ngga' heran kalo' banyak orang yang jatuh cinta dengan teman curhatnya.
BUTUH MOTIVATOR
Sifat ilmiah manusia adalah merasakan suka dan duka. Karena itu manusia selalu butuh motivator dalam keadaan apapun. Kalo' lagi senang, ia butuh motivasi berupa apresiasi, sebaliknya kalo' lagi sedih ia butuh motivasi berupa nasehat-nasehat yang bisa bikin ia lupa dengan dukanya. Seseorang pasti akan sangat senang kalo' didampingi oleh orang-orang yang selalu memotivasinya. Apalagi kalo' motivasi itu berasal dari orang yang disukainya. Survey membuktikan bahwa motivasi dapat membangun prestasi belajar dan bekerja.
BUTUH PERHATIAN
Siapa sich yang ngga' butuh perhatian ? bahkan orang cuek sekalipun akan membutuhkan perhatian. Manusia sebagai mahluk sosial haus perhatian. Seseorang akan merasa dihargai keberadaannya ketika ia dihargai oleh orang-orang disekelilingnya.Ngga' beda dengan motivasi, perhatian juga bisa membangun pola pikir dan laku seseorang supaya menjadi lebih baik. So, alangkah senangnya orang yang kita cintai memperhatikan kita. Rasanya beda dech !
SUDAH BERUMUR TAPI BELUM PACARAN
Usia juga ternyata bisa mempengaruhi seseorang jatuh cinta. Memang semua orang tidak akan pernah luput dari rasa cinta tapi tidak semua orang juga dapat merefleksikan cinta tersebut. Ada sebagian orang yang baru bisa merefleksikan cintanya disaat usianya sudah mendekati 'limit' alias berumur. Makanya doi biasanya agak tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Hati-hati, bisa-bisa salah pilih tuch !! Tapi sudah bagian dari fitrah manusia kalo' mereka punya potensi untuk mencintai dan dicintai. Kata Victor Hugo, kebahagiaan yang tertinggi adalah pengakuan kalo' kita dicintai.
CINTA ITU KEBUTUHAN
Percaya ngga' kalo' cinta itu kebutuhan ? jangan salah loh, cinta itu memang termasuk kebutuhan. Cinta itu bagian dari emosi yang secara alamiah ngga' bisa dihindari. Karena posisinya itu, cinta jadi kebutuhan yang mesti dipenuhi. Makanya, Abraham Maslow memasukkan cinta ke dalam hirarki kebutuhan manusia. Maslow juga bilang, jika kebutuhan ini ngga' dipenuhi maka kamu akan merasakan kesepian yang beigtu mendalam. Pada akhirnya kamu juga yang rugi karena hubungan sosialmu ngga' bagus. Kalo' sudah gitu bisa ditebak khan, hidup kamu ngga' ada artinya bukan ?
TIDAK DAPAT HIDUP SENDIRI
Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar keduanya saling mengenal, menyayangi dan saling menolong. Keduanya pun punya tugas yang sama, yaitu melestarikan kehidupan meskipun ada perbedaan peran dalam keduanya. Nah, peran inilah yang bisa ngejadiin keduanya ngejalanin fungsinya sebagai mahluk sosial. Papa 'N Mama misalnya, karena mereka memiliki peran yang berbeda maka keluargamu bisa hidup dengan baik. Kebayang kan, kalo' keduanya tidak saling ngebantu, wow ... rumahmu ngga' akan tenteram. Nah manusia bisa saling mengenal, menyayangi 'N menolong, Tuhan memberikan potensi kepada laki-laki dan perempuan rasa cinta. Dan rasa cinta ini pula yang akan membantu laki-laki dan perempuan untuk melestarikan keturunan agar kehidupan harus terus berlanjut. Mulia kan tugas keduanya. Coba kalo' keduanya saling bermusuhan, ehm ... bisa-bisa ngga' ada kehidupan. That's Why, laki-laki 'N perempuan ngga' bisa hidup terpisah. So, sudah sewajarnya kalo' laki-laki 'N perempuan saling jatuh cinta.
Manusia itu diciptakan berpasangan, untuk saling melindungi dan menyayangi. Maka, sudah bagian dari fitrah manusia kalo' memiliki potensi untuk mencintai 'N dicintai. Dalam psikologi, cinta adalah bagian dari emosi yang secara naluri ngga' bisa dihindari. Karena itu, ia menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam artian, cinta harus direfleksikan kepada objek yang diinginkan. Singkatnya, kalo' ada orang yang lagi mencintai orang lain, maka saat itu ia sedang memenuhi kebutuhan biologisnya.
BUTUH TEMAN CURHAT
Kadang-kadang kamu sulit membicarakan hal-hal yang bersifat privacy. Terhadap orang tua pun, kamu sulit berterus terang. Ngga' semua anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya dan juga sebaliknya. Meskipun hal tersebut ngga' baik jika kamu abaikan. Bagaimanapun juga, orang tuamu adalah pendengarmu yang paling baik dan setia lho. Ngga' tahu kenapa, buat sebagian orang, ada hal-hal yang memang bikin ricuh dan malu untuk diomongin ke orang tua. Kalo' sudah gini, seseorang butuh teman yang bisa ngerti dan siap mendengarkan semua keluhan. Biasanya curhat dengan lawan jenis terasa lebih menarik ketimbang dengan sesama jenis. Kadang jawaban yang diberikan terasa lebih objektif, iya kan ? Ngga' heran kalo' banyak orang yang jatuh cinta dengan teman curhatnya.
BUTUH MOTIVATOR
Sifat ilmiah manusia adalah merasakan suka dan duka. Karena itu manusia selalu butuh motivator dalam keadaan apapun. Kalo' lagi senang, ia butuh motivasi berupa apresiasi, sebaliknya kalo' lagi sedih ia butuh motivasi berupa nasehat-nasehat yang bisa bikin ia lupa dengan dukanya. Seseorang pasti akan sangat senang kalo' didampingi oleh orang-orang yang selalu memotivasinya. Apalagi kalo' motivasi itu berasal dari orang yang disukainya. Survey membuktikan bahwa motivasi dapat membangun prestasi belajar dan bekerja.
BUTUH PERHATIAN
Siapa sich yang ngga' butuh perhatian ? bahkan orang cuek sekalipun akan membutuhkan perhatian. Manusia sebagai mahluk sosial haus perhatian. Seseorang akan merasa dihargai keberadaannya ketika ia dihargai oleh orang-orang disekelilingnya.Ngga' beda dengan motivasi, perhatian juga bisa membangun pola pikir dan laku seseorang supaya menjadi lebih baik. So, alangkah senangnya orang yang kita cintai memperhatikan kita. Rasanya beda dech !
SUDAH BERUMUR TAPI BELUM PACARAN
Usia juga ternyata bisa mempengaruhi seseorang jatuh cinta. Memang semua orang tidak akan pernah luput dari rasa cinta tapi tidak semua orang juga dapat merefleksikan cinta tersebut. Ada sebagian orang yang baru bisa merefleksikan cintanya disaat usianya sudah mendekati 'limit' alias berumur. Makanya doi biasanya agak tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Hati-hati, bisa-bisa salah pilih tuch !! Tapi sudah bagian dari fitrah manusia kalo' mereka punya potensi untuk mencintai dan dicintai. Kata Victor Hugo, kebahagiaan yang tertinggi adalah pengakuan kalo' kita dicintai.
CINTA ITU KEBUTUHAN
Percaya ngga' kalo' cinta itu kebutuhan ? jangan salah loh, cinta itu memang termasuk kebutuhan. Cinta itu bagian dari emosi yang secara alamiah ngga' bisa dihindari. Karena posisinya itu, cinta jadi kebutuhan yang mesti dipenuhi. Makanya, Abraham Maslow memasukkan cinta ke dalam hirarki kebutuhan manusia. Maslow juga bilang, jika kebutuhan ini ngga' dipenuhi maka kamu akan merasakan kesepian yang beigtu mendalam. Pada akhirnya kamu juga yang rugi karena hubungan sosialmu ngga' bagus. Kalo' sudah gitu bisa ditebak khan, hidup kamu ngga' ada artinya bukan ?
TIDAK DAPAT HIDUP SENDIRI
Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar keduanya saling mengenal, menyayangi dan saling menolong. Keduanya pun punya tugas yang sama, yaitu melestarikan kehidupan meskipun ada perbedaan peran dalam keduanya. Nah, peran inilah yang bisa ngejadiin keduanya ngejalanin fungsinya sebagai mahluk sosial. Papa 'N Mama misalnya, karena mereka memiliki peran yang berbeda maka keluargamu bisa hidup dengan baik. Kebayang kan, kalo' keduanya tidak saling ngebantu, wow ... rumahmu ngga' akan tenteram. Nah manusia bisa saling mengenal, menyayangi 'N menolong, Tuhan memberikan potensi kepada laki-laki dan perempuan rasa cinta. Dan rasa cinta ini pula yang akan membantu laki-laki dan perempuan untuk melestarikan keturunan agar kehidupan harus terus berlanjut. Mulia kan tugas keduanya. Coba kalo' keduanya saling bermusuhan, ehm ... bisa-bisa ngga' ada kehidupan. That's Why, laki-laki 'N perempuan ngga' bisa hidup terpisah. So, sudah sewajarnya kalo' laki-laki 'N perempuan saling jatuh cinta.
cinta adalah
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita..
Bila cinta tak terbalas..
"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya."
Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta - seandainya memang terasa getir - langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
***
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari).
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
Bersiap untuk cinta dan bahagia
"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....."
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).
Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
‘Kita mungkin takkan Bahagia’
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab.
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain - bukan dengan si dia yang antum idamkan - niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’
Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.
Cinta membutuhkan waktu
"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar - contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah
Ideal bagus, Tapi realistik adalah Sempurna
"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan.
Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan - sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."
Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita "luar biasa" berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempatan (lagi)
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87). Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. Turmudzi).
"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR. Ahmad). Pacaran? Hm... Tunggu Dulu!!!
Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya.
Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah "tak kenal maka tak sayang" adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah "pacaran".
Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar'i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu "hubungan" yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak.
Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima : perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri.
***
Perkenalan
Islam tidak melarang seseorang untuk mengenal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujuraat : 13).
***
Hubungan Sahabat
Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang.
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Maidah : 2).
***
Jatuh Cinta
Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, "Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."
Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab ra, "Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya." Umar berkata, "Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan." (HR. Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, "Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang."
Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika rasa cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan merekaĆ¢€¦" (QS. An-Nuur : 30 - 31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian.
Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, 'Palingkanlah pandanganmu itu'!" (HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
Rasulullah SAW berpesan kepada Ali ra yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa'ifdz, dia berkata, "Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa'idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, 'Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?' Dia menjawab, 'Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, 'Wahai Habib?' Aku menjawab, 'Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.' Allah berfirman, 'Lewatlah Kamu di atas neraka'. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, 'Aduh (karena sakitnya)'. Maka Dia memanggilku, 'Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)." Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.
***
Hubungan Intim
Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah "pacaran".
Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: "apel". Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai.
Al-Hakim meriwayatkan, "Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan." (HR. Ahmad).
Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya, "Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita melainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah ra dan Ibn Abbas ra keduanya berkata, Rasulullah SAW berkhotbah, "Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanita itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."
Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri.
***
Hubungan Suami-Istri
Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan seks. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya.
Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukanya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat.
Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina.
Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur.
Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan meng alami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antar mereka." (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 'Apa ini?' Kedua orang itu berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina'." (Isi hadits tersebut kami ringkas redaksinya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).
Atha' al-Khurasaniy berkata, "Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya." (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi).
Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.
"Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berp uasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya." (HR. Bukhari). (Abu Annisa)
Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta - seandainya memang terasa getir - langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
***
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari).
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
Bersiap untuk cinta dan bahagia
"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....."
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).
Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
‘Kita mungkin takkan Bahagia’
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab.
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain - bukan dengan si dia yang antum idamkan - niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’
Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.
Cinta membutuhkan waktu
"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar - contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah
Ideal bagus, Tapi realistik adalah Sempurna
"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan.
Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan - sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."
Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita "luar biasa" berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempatan (lagi)
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87). Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘love is knocking outside the door.’ Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. Turmudzi).
"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR. Ahmad). Pacaran? Hm... Tunggu Dulu!!!
Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya.
Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah "tak kenal maka tak sayang" adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah "pacaran".
Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar'i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu "hubungan" yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak.
Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima : perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri.
***
Perkenalan
Islam tidak melarang seseorang untuk mengenal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujuraat : 13).
***
Hubungan Sahabat
Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang.
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Maidah : 2).
***
Jatuh Cinta
Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, "Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."
Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab ra, "Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya." Umar berkata, "Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan." (HR. Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, "Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang."
Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika rasa cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan merekaĆ¢€¦" (QS. An-Nuur : 30 - 31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian.
Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, 'Palingkanlah pandanganmu itu'!" (HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
Rasulullah SAW berpesan kepada Ali ra yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa'ifdz, dia berkata, "Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa'idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, 'Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?' Dia menjawab, 'Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, 'Wahai Habib?' Aku menjawab, 'Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.' Allah berfirman, 'Lewatlah Kamu di atas neraka'. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, 'Aduh (karena sakitnya)'. Maka Dia memanggilku, 'Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)." Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.
***
Hubungan Intim
Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah "pacaran".
Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: "apel". Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai.
Al-Hakim meriwayatkan, "Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan." (HR. Ahmad).
Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya, "Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita melainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."
Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah ra dan Ibn Abbas ra keduanya berkata, Rasulullah SAW berkhotbah, "Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanita itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."
Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri.
***
Hubungan Suami-Istri
Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan seks. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya.
Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukanya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat.
Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina.
Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur.
Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan meng alami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antar mereka." (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 'Apa ini?' Kedua orang itu berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina'." (Isi hadits tersebut kami ringkas redaksinya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).
Atha' al-Khurasaniy berkata, "Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya." (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi).
Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.
"Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berp uasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya." (HR. Bukhari). (Abu Annisa)
agar dirimu mudah dicintai
Orang yang dicintai adalah pribadi yang disenangi, dirindukan, dan membuat orang lain bahagia saat berada di dekatnya. Sifat-sifat baik ini akan membuat orang lain menyayangi Anda. Positif Dalam buku fenomenal The Secret, Rhonda Byrne menyatakan bahwa segala hal baik berawal dari sikap positif. Mulai dari berprasangka baik kepada orang lain hingga selalu melihat berbagai hal dari sisi positifnya. Sikap positif tersebut akan memancar bagai daya tarik magnet dan menarik orang-orang di sekeliling Anda untuk mendekat.
Ceria Berada di dekat orang yang memiliki sifat periang bisa membuat kita melupakan sejenak beban masalah yang sedang mendera. Tak heran, di berbagai pesta dan ajang kumpul-kumpul, kehadiran si penceria suasana pasti selalu dinanti. Cari saja orang yang paling sering tertawa dan melontarkan joke segar bagi orang-orang di sekelilingnya. Tahukah Anda kala tersenyum, tubuh memproduksi hormon yang bisa membuat perasaan senang. Jadi, rajin-rajinlah tersenyum untuk memunculkan perasaan ceria.
Ramah Sikap ramah adalah lawannya jutek. Ketika bertemu dengan orang-orang baru, mereka yang memiliki pembawaan ramah tak akan ragu untuk tersenyum ataupun menyapa. Sikap ramah bisa mendatangkan kesan positif karena akan membuat orang yang berhadapan dengan Anda merasa diterima dan dihargai. Jangan ragu untuk mengawali interaksi dengan orang lain. Mulailah berlatih dengan mempersering frekuensi berbicara langsung ataupun lewat telepon dengan orang lain.
Ringan Tangan A friend in need is a friend indeed, kualitas seorang teman salah satunya bisa dinilai dari kehadiran dalam kondisi sulit serta kesediaan untuk membantu. Mulai dari bantuan kecil semacam menitipkan salam kepada si ganteng di divisi sebelah, sampai pertolongan besar seperti mengurus persiapan pesta pernikahan. Jangan tunggu diminta untuk mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan. Jika berada dalam posisi tersebut, Anda tentu senang kalau ada yang menawarkan bantuan.
Rendah Hati Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi, makin menunduk.
Percaya Diri Orang yang punya percaya diri tinggi biasanya selalu merasa nyaman dan tak pernah merasa terancam dengan situasi atau orang-orang di sekitarnya. Makanya, aura tenang akan terpancar dari dirinya sehingga mampu menarik perhatian sekeliling. Di dunia ini tak satu orang pun yang memiliki sifat serupa dengan yang lain. Jadi, jangan ragu untuk menampilkan keunikan diri Anda, selama itu tidak sampai merugikan orang lain.
Pemaaf Dendam dan iri hati adalah salah satu ciri penyakit hati kronis yang paling sering datang menyerang. Selain mencemari hubungan, penyakit ini juga bisa membuat perasaan Anda tidak nyaman. Karenanya, seseorang yang lapang hati akan selalu merasa bahagia. Mereka pun dicintai orang lain karena menularkan kebahagiaan tersebut ke sekelilingnya. To forgive is to forget.
Jangan hanya mengangguk ketika menerima permintaan maaf dari orang lain. Yang lebih penting, Anda menghapus kesalahan tersebut dari benak dan hati. Jujur Kata orang, harga kejujuran lebih mahal daripada emas. Coba bayangkan bila Anda punya teman yang hobi bohong. Selain bisa bikin salah paham, kebohongan juga amat bisa merugikan orang lain.
Ingat para koruptor yang telah mengambil uang negara, kan? Makanya, jangan heran bila orang jujur dicintai semua orang. Biasakan berkata dan berlaku jujur dalam berbagai kesempatan. Orang lain mungkin mudah dikibuli, tapi Anda tak mungkin bisa membohongi diri sendiri, bukan? Pemberani Orang pemberani adalah mereka yang tidak takut menyuarakan isi hatinya. Mereka juga tidak gentar mengambil posisi sebagai minoritas, asalkan hal itu sesuai dengan prinsipnya.
Biasanya, mereka yang memiliki sifat seperti ini paling sering menjadi sumber inspirasi bagi orang lain untuk berani tampil beda. Jadi jangan pernah takut berbicara karena tak ingin menjadi berbeda. Adil Sikap adil berarti tidak pandang bulu dan pantang membeda-bedakan orang lain berdasarkan kategori apa pun. Orang macam ini tak pandang status dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Bos seperti ini juga dicintai anak buah karena tidak pilih kasih dalam menilai bawahan. Tak heran bila banyak orang merasa nyaman berada di dekatnya. Untuk bisa bersikap adil, belajarlah mengamati peristiwa dari berbagai sudut pandang. Dengan begitu, penilaian Anda tidak akan condong pada satu sisi saja
Ceria Berada di dekat orang yang memiliki sifat periang bisa membuat kita melupakan sejenak beban masalah yang sedang mendera. Tak heran, di berbagai pesta dan ajang kumpul-kumpul, kehadiran si penceria suasana pasti selalu dinanti. Cari saja orang yang paling sering tertawa dan melontarkan joke segar bagi orang-orang di sekelilingnya. Tahukah Anda kala tersenyum, tubuh memproduksi hormon yang bisa membuat perasaan senang. Jadi, rajin-rajinlah tersenyum untuk memunculkan perasaan ceria.
Ramah Sikap ramah adalah lawannya jutek. Ketika bertemu dengan orang-orang baru, mereka yang memiliki pembawaan ramah tak akan ragu untuk tersenyum ataupun menyapa. Sikap ramah bisa mendatangkan kesan positif karena akan membuat orang yang berhadapan dengan Anda merasa diterima dan dihargai. Jangan ragu untuk mengawali interaksi dengan orang lain. Mulailah berlatih dengan mempersering frekuensi berbicara langsung ataupun lewat telepon dengan orang lain.
Ringan Tangan A friend in need is a friend indeed, kualitas seorang teman salah satunya bisa dinilai dari kehadiran dalam kondisi sulit serta kesediaan untuk membantu. Mulai dari bantuan kecil semacam menitipkan salam kepada si ganteng di divisi sebelah, sampai pertolongan besar seperti mengurus persiapan pesta pernikahan. Jangan tunggu diminta untuk mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan. Jika berada dalam posisi tersebut, Anda tentu senang kalau ada yang menawarkan bantuan.
Rendah Hati Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi, makin menunduk.
Percaya Diri Orang yang punya percaya diri tinggi biasanya selalu merasa nyaman dan tak pernah merasa terancam dengan situasi atau orang-orang di sekitarnya. Makanya, aura tenang akan terpancar dari dirinya sehingga mampu menarik perhatian sekeliling. Di dunia ini tak satu orang pun yang memiliki sifat serupa dengan yang lain. Jadi, jangan ragu untuk menampilkan keunikan diri Anda, selama itu tidak sampai merugikan orang lain.
Pemaaf Dendam dan iri hati adalah salah satu ciri penyakit hati kronis yang paling sering datang menyerang. Selain mencemari hubungan, penyakit ini juga bisa membuat perasaan Anda tidak nyaman. Karenanya, seseorang yang lapang hati akan selalu merasa bahagia. Mereka pun dicintai orang lain karena menularkan kebahagiaan tersebut ke sekelilingnya. To forgive is to forget.
Jangan hanya mengangguk ketika menerima permintaan maaf dari orang lain. Yang lebih penting, Anda menghapus kesalahan tersebut dari benak dan hati. Jujur Kata orang, harga kejujuran lebih mahal daripada emas. Coba bayangkan bila Anda punya teman yang hobi bohong. Selain bisa bikin salah paham, kebohongan juga amat bisa merugikan orang lain.
Ingat para koruptor yang telah mengambil uang negara, kan? Makanya, jangan heran bila orang jujur dicintai semua orang. Biasakan berkata dan berlaku jujur dalam berbagai kesempatan. Orang lain mungkin mudah dikibuli, tapi Anda tak mungkin bisa membohongi diri sendiri, bukan? Pemberani Orang pemberani adalah mereka yang tidak takut menyuarakan isi hatinya. Mereka juga tidak gentar mengambil posisi sebagai minoritas, asalkan hal itu sesuai dengan prinsipnya.
Biasanya, mereka yang memiliki sifat seperti ini paling sering menjadi sumber inspirasi bagi orang lain untuk berani tampil beda. Jadi jangan pernah takut berbicara karena tak ingin menjadi berbeda. Adil Sikap adil berarti tidak pandang bulu dan pantang membeda-bedakan orang lain berdasarkan kategori apa pun. Orang macam ini tak pandang status dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Bos seperti ini juga dicintai anak buah karena tidak pilih kasih dalam menilai bawahan. Tak heran bila banyak orang merasa nyaman berada di dekatnya. Untuk bisa bersikap adil, belajarlah mengamati peristiwa dari berbagai sudut pandang. Dengan begitu, penilaian Anda tidak akan condong pada satu sisi saja
Selingkuh Hati
Selingkuh seperti sebuah kecelakaan tak disengaja yang lalu dinikmati efek 'tabrakannya'. Seperti juga mencuri mangga tetangga terasa lebih nikmat daripada beli sendiri. Begitulah kira-kira perumpamannya. Ada rasa takut yang menyelip tetapi nikmat, seperti adrenalin yang berpacu di dalam tubuh.
Lalu, muncul di sesela hati tentang perasaan lain, mulai membeda-bedakan apa yang didapat di dalam rumah dengan yang didapatnya di luar rumah. Ada perasaan hangat teraliri dalam tubuh karena merasa diperhatikan, lalu parahnya timbul perlahan rasa takut kehilangan pada orang yang salah. Aneh? Tidak juga.
Fenomena selingkuh memang sudah makin merajai di kalangan wanita bekerja. Di tengah himpitan beban pekerjaan yang menumpuk, tak lagi intens membuka komunikasi dengan suami dan hanya sebatas membahas hal-hal penting saja, tentang anak atau keperluan rumah tangga, ditengarai sebagai pemicu terjadinya perselingkuhan.
Tak dipungkiri, wanita butuh mengungkapkan perasaan mereka dan curhat menjadi sarana yang tepat. Dimulai dari sekedar makan siang bersama sahabat pria, curhat tentang pekerjaan lalu makin akrab dan tak sadar telah melanggar batas-batas yang ada, menjurus pada persoalan pribadi.
Memang betul pepatah yang mengatakan, terlalu berlebihan itu memang tidak baik. Begitu juga saat curhat, jika dosisnya berlebihan dan terus berkembang ke arah obrolan mesra, berhati-hatilah. 'Bahaya curhat' mengintai saat Anda dan pasangan selingkuh mulai main kucing-kucingan, bertemu dan berkomunikasi di jam-jam yang telah disepakati bersama. Tak dipungkiri makin canggihnya teknologi yang memberi kemudahan komunikasi tanpa batas, baik lewat sms atau chatting di 'kotak pesan', para selingkuhers berlomba-lomba melakukan dosa indah. Acara 'kopi darat' pun jadi semakin lancar jaya.
Kondisi inilah yang lalu memunculkan emotional affair atau dalam istilah umumnya, selingkuh hati. Hal ini terjadi karena kita merasa memiliki 'chemistry' dengan pria selain pasangan. Bukan tentang berbagi kenikmatan bersetubuh saja, tetapi lebih karena hati dan perasaan yang terlibat di dalamnya. Sensasi 'cinta terlarang' yang menggelora itu bahkan sama dengan kenikmatan saat intim. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan head sex.
Konon banyak orang mengatakan bahwa pria lebih senang melakukan perselingkuhan tubuh tanpa melibatkan hati (no hard feeling). Sedang wanita sebaliknya, cenderung melibatkan perasaan mereka. Hal ini tentu saja berdampak parah bagi wanita. Saat wanita disibukkan dengan khayalan dibuai 'cinta terlarang', para prianya malah merasa biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri juga, saat pria intens membuka komunikasi dengan sahabat perempuannya, para pria itu menyelipkan hidden agenda yaitu curhat berakhir sesi 'get laid' dengan sahabat perempuan. Fatalnya, jika ini sudah terpenuhi maka gairah perselingkuhan itupun tak lagi membara. Sementara di lain sisi, wanita sudah terlanjur melibatkan hati dan emosinya, hingga semakin sulit melepaskan dan timbul rasa ingin memiliki. Gotcha!, inilah akibatnya, para wanita itupun lalu terjebak dalam hubungan tanpa status.
Lalu, jika Anda sudah terlibat selingkuh hati, apakah lebih baik mengakui hal ini kepada pasangan atau lebih baik diam? Jawabannnya, tergantung pada situasi dan niat. Jika ingin tetap mempertahankan cinta terlarang itu, maka perkawinan Anda beresiko bubar jalan. Namun jika memilih mengakui cinta terlarang itu hadir dalam perkawinan Anda dan pasangan, maka konsekuensinya pasangan Anda akan kecewa dan itu tugas Anda untuk menyembuhkan luka hatinya.
Bila Anda memilih mengakhiri 'cinta terlarang' itu, ada baiknya segera hentikan semua bentuk tindakan yang mengarah pada penunjukan rasa sayang, seperti ngobrol mesra atau janji kencan. Bicarakan hal ini dari hati ke hati dengan pasangan. Saat melakukan 'pengakuan dosa', pertimbangkan juga momen yang tepat dan kesiapan mental pasangan, ini mencegah agar tak menimbulkan masalah baru. Dengan kepala dingin, Anda dan pasangan bisa saling instropeksi dan mencari win-win solution.
Selingkuh hati adalah 'alarm pembangun'. Saat mulai terjadi ketidakberesan dalam perkawinan Anda, alarm itu akan berbunyi. Agar alarm peringatan itu tak berbunyi, mulailah ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. Sebagai contoh, Anda bisa meluangkan waktu sejenak setelah pulang kantor untuk bermanja-manja dengan pasangan.
Perlu Anda ketahui, selingkuh apapun itu jenisnya adalah bentuk pelarian sesaat. Selingkuh hanyalah milik pengecut yang tidak bisa menerima kenyataan hidup. Sebelum berujung menyakitkan hati Anda, teman selingkuh Anda, dan masing-masing pasangan, segeralah perselingkuhan itu diakhiri. Anda tentu tidak akan mau 'terbakar' kan?, jadi jangan pernah 'bermain api'.
Lalu, muncul di sesela hati tentang perasaan lain, mulai membeda-bedakan apa yang didapat di dalam rumah dengan yang didapatnya di luar rumah. Ada perasaan hangat teraliri dalam tubuh karena merasa diperhatikan, lalu parahnya timbul perlahan rasa takut kehilangan pada orang yang salah. Aneh? Tidak juga.
Fenomena selingkuh memang sudah makin merajai di kalangan wanita bekerja. Di tengah himpitan beban pekerjaan yang menumpuk, tak lagi intens membuka komunikasi dengan suami dan hanya sebatas membahas hal-hal penting saja, tentang anak atau keperluan rumah tangga, ditengarai sebagai pemicu terjadinya perselingkuhan.
Tak dipungkiri, wanita butuh mengungkapkan perasaan mereka dan curhat menjadi sarana yang tepat. Dimulai dari sekedar makan siang bersama sahabat pria, curhat tentang pekerjaan lalu makin akrab dan tak sadar telah melanggar batas-batas yang ada, menjurus pada persoalan pribadi.
Memang betul pepatah yang mengatakan, terlalu berlebihan itu memang tidak baik. Begitu juga saat curhat, jika dosisnya berlebihan dan terus berkembang ke arah obrolan mesra, berhati-hatilah. 'Bahaya curhat' mengintai saat Anda dan pasangan selingkuh mulai main kucing-kucingan, bertemu dan berkomunikasi di jam-jam yang telah disepakati bersama. Tak dipungkiri makin canggihnya teknologi yang memberi kemudahan komunikasi tanpa batas, baik lewat sms atau chatting di 'kotak pesan', para selingkuhers berlomba-lomba melakukan dosa indah. Acara 'kopi darat' pun jadi semakin lancar jaya.
Kondisi inilah yang lalu memunculkan emotional affair atau dalam istilah umumnya, selingkuh hati. Hal ini terjadi karena kita merasa memiliki 'chemistry' dengan pria selain pasangan. Bukan tentang berbagi kenikmatan bersetubuh saja, tetapi lebih karena hati dan perasaan yang terlibat di dalamnya. Sensasi 'cinta terlarang' yang menggelora itu bahkan sama dengan kenikmatan saat intim. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan head sex.
Konon banyak orang mengatakan bahwa pria lebih senang melakukan perselingkuhan tubuh tanpa melibatkan hati (no hard feeling). Sedang wanita sebaliknya, cenderung melibatkan perasaan mereka. Hal ini tentu saja berdampak parah bagi wanita. Saat wanita disibukkan dengan khayalan dibuai 'cinta terlarang', para prianya malah merasa biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri juga, saat pria intens membuka komunikasi dengan sahabat perempuannya, para pria itu menyelipkan hidden agenda yaitu curhat berakhir sesi 'get laid' dengan sahabat perempuan. Fatalnya, jika ini sudah terpenuhi maka gairah perselingkuhan itupun tak lagi membara. Sementara di lain sisi, wanita sudah terlanjur melibatkan hati dan emosinya, hingga semakin sulit melepaskan dan timbul rasa ingin memiliki. Gotcha!, inilah akibatnya, para wanita itupun lalu terjebak dalam hubungan tanpa status.
Lalu, jika Anda sudah terlibat selingkuh hati, apakah lebih baik mengakui hal ini kepada pasangan atau lebih baik diam? Jawabannnya, tergantung pada situasi dan niat. Jika ingin tetap mempertahankan cinta terlarang itu, maka perkawinan Anda beresiko bubar jalan. Namun jika memilih mengakui cinta terlarang itu hadir dalam perkawinan Anda dan pasangan, maka konsekuensinya pasangan Anda akan kecewa dan itu tugas Anda untuk menyembuhkan luka hatinya.
Bila Anda memilih mengakhiri 'cinta terlarang' itu, ada baiknya segera hentikan semua bentuk tindakan yang mengarah pada penunjukan rasa sayang, seperti ngobrol mesra atau janji kencan. Bicarakan hal ini dari hati ke hati dengan pasangan. Saat melakukan 'pengakuan dosa', pertimbangkan juga momen yang tepat dan kesiapan mental pasangan, ini mencegah agar tak menimbulkan masalah baru. Dengan kepala dingin, Anda dan pasangan bisa saling instropeksi dan mencari win-win solution.
Selingkuh hati adalah 'alarm pembangun'. Saat mulai terjadi ketidakberesan dalam perkawinan Anda, alarm itu akan berbunyi. Agar alarm peringatan itu tak berbunyi, mulailah ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. Sebagai contoh, Anda bisa meluangkan waktu sejenak setelah pulang kantor untuk bermanja-manja dengan pasangan.
Perlu Anda ketahui, selingkuh apapun itu jenisnya adalah bentuk pelarian sesaat. Selingkuh hanyalah milik pengecut yang tidak bisa menerima kenyataan hidup. Sebelum berujung menyakitkan hati Anda, teman selingkuh Anda, dan masing-masing pasangan, segeralah perselingkuhan itu diakhiri. Anda tentu tidak akan mau 'terbakar' kan?, jadi jangan pernah 'bermain api'.
Lajang yang Bahagia,why not......!
Apakah Anda bahagia dengan kehidupan Anda sebagai lajang? Pertanyaan ini tentu sudah sangat akrab di telinga Anda sebagai wanita single yang hidupnya terlihat baik-baik saja, mapan dan mandiri tanpa pendamping atau pasangan.
Tren nikah muda sepertinya sudah tak lagi menghinggapi keinginan para wanita single untuk cepat-cepat mengakhiri masa lajangnya meski usia mereka sudah hampir mencapai ambang 30-an.
Namun tak dipungkiri, pilihan melajang atau menikah masih menjadi polemik bagi kehidupan wanita masa kini yang seakan dituntut untuk selalu terlihat sempurna dalam pandangan sosial kemasyarakatan.
Wanita melajang masih dianggap 'belum laku' atau 'desperate woman'. Label yang melekat pada wanita ini yang lalu seringkali menjadi siksaan psikis yang sangat mengganggu. Padahal, menjadi lajang bagi mereka adalah pilihan hidup, bukannya ingin menjauhkan diri dari kebahagiaan.
Lalu, jika belum menikah bukan berarti tak bahagia kan? Wanita single punya alasan untuk tetap bahagia meski mereka hidup melajang kok
1. wanita single tak berarti hidup dalam kesepian, mereka juga dikelilingi banyak teman yang menyayangi dengan tulus. Lebih serunya jika Anda wanita single yang memiliki banyak teman pria, kesempatan untuk mencari dan memilih yang terbaik akan terbuka lebar untuk Anda.
2. akan lebih banyak waktu berkualitas yang bisa Anda berikan untuk membagi kebahagiaan dengan yang tercinta dan tersayang, yaitu keluarga. Anda bebas mencari dan mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang terdekat dalam kehidupan Anda, baik orang tua, saudara ataupun teman-teman.
3. wanita single bebas secara emosi, tak direpotkan dengan perasaan cemburu dan dicemburui. Pun ada kebebasan berekspresi, mengaktualisasi diri pada karir yang tengah dirintis. Mereka bebas mengatur dan mengolah keuangannnya sendiri tanpa harus dipusingkan dengan urusan dan keperluan tetek bengek rumah tangga.
Jika Anda wanita single yang bisa memposisikan diri sebagai si lajang yang bahagia, tentu hal ini menyenangkan ya? Semuanya memang kembali pada pola hidup dan cara berpikir masing-masing pribadi. Anda yang lajang dan cenderung berpikir dan bersikap positif, pasti akan jauh lebih bahagia. Jika sudah begitu, maka label 'a true happy single me' pun bisa Anda sandang.
Yang perlu Anda lakukan sebagai lajang yang bahagia, adalah:
Fokuskan pada hal-hal positif yang ada dalam diri Anda. Bahwa Anda adalah pribadi yang menarik dan sangat hebat.
Sibukkan diri. Daripada hanya sekedar menganggur dan membuat jenuh diri sendiri, kenapa tak mencoba meluangkan waktu untuk hobi Anda dan mengembangkannya.
Do read! Membaca adalah hal yang menyenangkan dan membuka luas cakrawala dunia. Anda bisa melahap banyak informasi, mulai dari yang berbentuk print ataupun browsing di dunia maya. Broaden your horizon.
Dengarkan musik favorit Anda, dan buatlah hidup Anda lebih semarak dan semangat dengan musik.
Terapkan pola hidup dan pola pikir yang sehat. Rawat juga diri dan jagalah penampilan agar tetap tampil prima. Jagalah kesehatan, kebersihan dan kesegaran tubuh. Penting untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin yang dibutuhkan secara seimbang. Istirahat yang cukup serta olah raga teratur menjaga agar tubuh tetap fresh. Sesekali perlu juga memanjakan diri ke salon dan spa.
Get socialized! Perluas networking dan perbanyak teman dari segala kalangan. resepnya adalah, me-maintain teman lama dan memperbanyak teman baru. Banyak teman justru membuat hidup lebih ramai dan bahagia.
Let's fun! Anda pantas bahagia dan gembira. Sesekali lakukan hal-hal gila nan konyol bersama sahabat-sahabat Anda. Buatlah hidup Anda menjadi lebih hidup. Tawa yang berkualitas akan menjadi refreshing yang menyegarkan hidup Anda.
So, single and happy? Yes you are, dude!
Tren nikah muda sepertinya sudah tak lagi menghinggapi keinginan para wanita single untuk cepat-cepat mengakhiri masa lajangnya meski usia mereka sudah hampir mencapai ambang 30-an.
Namun tak dipungkiri, pilihan melajang atau menikah masih menjadi polemik bagi kehidupan wanita masa kini yang seakan dituntut untuk selalu terlihat sempurna dalam pandangan sosial kemasyarakatan.
Wanita melajang masih dianggap 'belum laku' atau 'desperate woman'. Label yang melekat pada wanita ini yang lalu seringkali menjadi siksaan psikis yang sangat mengganggu. Padahal, menjadi lajang bagi mereka adalah pilihan hidup, bukannya ingin menjauhkan diri dari kebahagiaan.
Lalu, jika belum menikah bukan berarti tak bahagia kan? Wanita single punya alasan untuk tetap bahagia meski mereka hidup melajang kok
1. wanita single tak berarti hidup dalam kesepian, mereka juga dikelilingi banyak teman yang menyayangi dengan tulus. Lebih serunya jika Anda wanita single yang memiliki banyak teman pria, kesempatan untuk mencari dan memilih yang terbaik akan terbuka lebar untuk Anda.
2. akan lebih banyak waktu berkualitas yang bisa Anda berikan untuk membagi kebahagiaan dengan yang tercinta dan tersayang, yaitu keluarga. Anda bebas mencari dan mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang terdekat dalam kehidupan Anda, baik orang tua, saudara ataupun teman-teman.
3. wanita single bebas secara emosi, tak direpotkan dengan perasaan cemburu dan dicemburui. Pun ada kebebasan berekspresi, mengaktualisasi diri pada karir yang tengah dirintis. Mereka bebas mengatur dan mengolah keuangannnya sendiri tanpa harus dipusingkan dengan urusan dan keperluan tetek bengek rumah tangga.
Jika Anda wanita single yang bisa memposisikan diri sebagai si lajang yang bahagia, tentu hal ini menyenangkan ya? Semuanya memang kembali pada pola hidup dan cara berpikir masing-masing pribadi. Anda yang lajang dan cenderung berpikir dan bersikap positif, pasti akan jauh lebih bahagia. Jika sudah begitu, maka label 'a true happy single me' pun bisa Anda sandang.
Yang perlu Anda lakukan sebagai lajang yang bahagia, adalah:
Fokuskan pada hal-hal positif yang ada dalam diri Anda. Bahwa Anda adalah pribadi yang menarik dan sangat hebat.
Sibukkan diri. Daripada hanya sekedar menganggur dan membuat jenuh diri sendiri, kenapa tak mencoba meluangkan waktu untuk hobi Anda dan mengembangkannya.
Do read! Membaca adalah hal yang menyenangkan dan membuka luas cakrawala dunia. Anda bisa melahap banyak informasi, mulai dari yang berbentuk print ataupun browsing di dunia maya. Broaden your horizon.
Dengarkan musik favorit Anda, dan buatlah hidup Anda lebih semarak dan semangat dengan musik.
Terapkan pola hidup dan pola pikir yang sehat. Rawat juga diri dan jagalah penampilan agar tetap tampil prima. Jagalah kesehatan, kebersihan dan kesegaran tubuh. Penting untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin yang dibutuhkan secara seimbang. Istirahat yang cukup serta olah raga teratur menjaga agar tubuh tetap fresh. Sesekali perlu juga memanjakan diri ke salon dan spa.
Get socialized! Perluas networking dan perbanyak teman dari segala kalangan. resepnya adalah, me-maintain teman lama dan memperbanyak teman baru. Banyak teman justru membuat hidup lebih ramai dan bahagia.
Let's fun! Anda pantas bahagia dan gembira. Sesekali lakukan hal-hal gila nan konyol bersama sahabat-sahabat Anda. Buatlah hidup Anda menjadi lebih hidup. Tawa yang berkualitas akan menjadi refreshing yang menyegarkan hidup Anda.
So, single and happy? Yes you are, dude!
10 Alasan positif Setelah Bercerai
Kehidupan yang dijalani setelah perceraian memang sangat berat. Anda yang terbiasa berada dalam satu atap bersama pasangan terpaksa harus terpisah. Keluarga yang dulu utuh menyeluruh harus terbelah. Namun dibalik ujian berat ini Anda yang menghadapi masa-masa sulit setelah perceraian harus tetap berpikir dan bersikap positif.
Memang perceraian terkadang menimbulkan rasa malu atas aib yang tercoreng dalam rumah tangga. Ini seperti sebuah kegagalan dalam satu proyek terbesar hidup Anda. Tentu saja jika ini tak diantisipasi akan sangat menyakitkan dan mengganggu hidup Anda yang harus berlanjut setelah perceraian.
Butuh banyak tahap emosional untuk melewati perasaan-perasaan ini dan merasa lebih baik lagi. Saya yakin Anda akan mampu melewati itu semua. Dan inilah sepuluh alasan mengapa Anda harus tetap merasa positif setelah bercerai. Semoga hal ini bisa membantu Anda
Hadapi kenyataan
Saat masa kanak-kanak, terkadang kita bersama-sama teman sepermainan bermain 'keluarga-keluargaan'. Ada yang berperan sebagai ayah, ibu dan anak-anak. Hal ini secara diam-diam membentuk pada pemikiran kita di masa depan tentang konsep keluarga yang utuh. Namun tak dipungkiri Anda malah dihadapkan pada realitas yang membuat impian keluarga utuh yang diharapkan ternyata tak bisa terwujud.
Realitas ini meliputi fakta kehidupan bahwa setiap orang mempunyai pemahaman yang berbeda tentang sebuah pernikahan. Rasa cinta pasangan terhadap Anda yang sudah habis pun tak bisa membuat Anda memaksakan cinta. Daripada Anda fokus pada pernikahan yang gagal, lebih baik Anda menguatkan diri untuk tetap bertahan melawan 'badai' setelah perceraian.
Pembuktian diri
Bercerai bukanlah hal yang mudah, semudah mengajukan permintaan berpisah dan semuanya akan berjalan baik-baik saja. Jangan kaget jika setelah bercerai, Anda akan dicap terkesan egois dan jahat karena Anda seperti tak peduli perasaan anak-anak dan keluarga. Namun dalam proses hidup yang berjalan, Anda harus tetap percaya diri dan menunjukkan bahwa Anda berani mengambil sikap untuk menjalani kehidupan meski tanpa pasangan. Bahwa keputusan Anda bercerai adalah yang tepat dan terbaik untuk semua. Saya yakin seiring berjalannya waktu, orang-orang di sekitar Anda akan mulai belajar memahami keputusan Anda itu.
Life must go on
Tak dipungkiri kehidupan setelah perceraian akan dirasa berat secara emosional, finansial dan sosial. Namun trauma setelah perceraian menghantui kehidupan dan hal ini membuat Anda ragu melangkah. Jangan pernah takut. Memulai hidup baru setelah perceraian adalah perubahan ke arah positif. Temukanlah diri Anda yang sempat 'menghilang', dan Anda punya hak sepenuhnya untuk bisa menikmati hidup menjadi lebih bahagia.
Anything is Possible
Perceraian yang dihadapi terkadang memaksa Anda untuk menjalani hari buruk yang sangat kejam. Namun percayalah hari baik pun pasti akan menghampiri Anda. Jangan kekang diri Anda dalam keterpurukan, Anda pantas mendapatkan kebahagiaan. Tunjukkan sisi diri Anda yang positif menjalani hidup dan semua akan indah pada waktunya.
Keluarga dan teman yang terbaik
Apapun yang terjadi setelah perceraian, jangan pernah lupakan keluarga dan teman. Merekalah yang selalu ada dan memberikan semangat serta perhatian tulusnya kepada Anda di saat-saat menjalani hari-hari berat pasca perceraian. Luka Anda mungkin belum sembuh betul pasca perceraian tapi keberadaan mereka yang melingkupi kehidupan Anda akan membantu Anda menyembuhkan luka itu.
Looking Good
Setelah perceraian, sebuah transformasi tentu tidak dapat dihindari. Namun itulah sesuatu yang diharapkan, perubahan ke arah yang lebih baik. Pasca perceraian Anda mungkin dihadapkan pada hari-hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan yang membuat hidup Anda seperti tidak berguna. Tampillah all out, tunjukkan bahwa Anda lebih baik dari sebelumnya. Kuncinya adalah dengan menemukan kebahagiaan batin dan kekuatan untuk tetap survive. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda adalah nyata, seksi dan percaya diri.
Melepas beban
Jika ingin memberikan yang terbaik bagi hidup Anda, jangan pernah buang-buang waktu larut dalam kebencian dan kemarahan. Hal itu justru merusak diri Anda sendiri. Lepaskanlah beban yang memberatkan pundak dan langkah Anda. Berbagi cerita dengan teman-teman, akan sedikit melegakan nafas hidup Anda yang disesaki banyak permasalahan pasca perceraian. Bersenang-senanglah 'melepaskan' beban itu dan ucapkanlah selamat tinggal pada masa lalu kehidupan pernikahan Anda dulu.
Menikmati perasaan lega
Ini masih terkait dengan poin sebelumnya 'melepas beban'. Ada kelegaan jika kita mau berusaha melepas beban atas masalah yang terjadi pasca perceraian. Apapun itu yang telah terjadi dan dialami sekarang adalah pembelajaran untuk lebih baik dan menjadi dewasa. Anda bisa mulai semuanya dari awal lagi, meski Anda harus berjuang sendiri untuk bangkit dari keterpurukan. Dengan kelegaan yang melingkupi hidup Anda, pasti Anda bisa optimis melewati proses recovery yang berjalan.
Menjaga perasaan anak-anak
Meski telah berpisah dengan pasangan, anak-anak tetaplah menjadi tanggung jawab Anda dan pasangan. Hati mereka yang terluka atas perpisahan kedua orangtuanya jangan sampai terabaikan. Sakit mereka mungkin saja karena dilabeli sebagai anak dari keluarga 'broken home', keluarga yang gagal.
Sebagai orang tua yang bijak, Anda bersama pasangan wajib memberikan contoh yang baik bagi putra-putri Anda yang harus terima menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Tetaplah menjaga dan membina hubungan baik antara Anda dan anak-anak akan makin menguatkan yang telah pernah retak. Ingat, tak pernah ada istilah mantan ayah atau mantan ibu. Tunjukkan bahwa Anda dan pasangan tetap saling mendukung dan kompak di depan anak-anak meski Anda berdua sudah tak lagi terikat. Kedekatan yang tetap tercipta ini bagus untuk membangun mental mereka agar lebih kuat menghadapi permasalahan hidup.
See the future
Jangan pernah melihat ke belakang, itu hanya akan membuat Anda terluka. Pasang saja spion pada kemudi hidup Anda, jadi sewaktu-waktu Anda 'dipaksa' melihat ke belakang, Anda cukup melirik di balik kaca spoin di samping kemudi. Jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran hidup Anda agar lebih baik dan lebih bijak. Tak perlu membuka luka lama, karena hidup di depan sudah menunggu Anda untuk dijalani. Optimislah!
Siapapun tak menginginkan perpisahan atau perceraian. Namun jika itu harus dihadapi, hadapilah dengan hati tegar. Percayalah, transisi perceraian ini bisa sangat bermanfaat. Hubungan yang sudah tak lagi bisa dipertahankan hanya akan menjadi racun dan duri dalam hidup Anda, dan ini justru menahan mimpi dan memenjara ekspresi diri.
Bijaknya, Anda bisa mengambil sisi positif dari perpisahan ini. Anda akan semakin terasah untuk lebih peka terhadap keinginan pasangan dan apa yang Anda inginkan dari kehidupan. So, perceraian bukanlah akhir dari hidup Anda, ladies!
Memang perceraian terkadang menimbulkan rasa malu atas aib yang tercoreng dalam rumah tangga. Ini seperti sebuah kegagalan dalam satu proyek terbesar hidup Anda. Tentu saja jika ini tak diantisipasi akan sangat menyakitkan dan mengganggu hidup Anda yang harus berlanjut setelah perceraian.
Butuh banyak tahap emosional untuk melewati perasaan-perasaan ini dan merasa lebih baik lagi. Saya yakin Anda akan mampu melewati itu semua. Dan inilah sepuluh alasan mengapa Anda harus tetap merasa positif setelah bercerai. Semoga hal ini bisa membantu Anda
Hadapi kenyataan
Saat masa kanak-kanak, terkadang kita bersama-sama teman sepermainan bermain 'keluarga-keluargaan'. Ada yang berperan sebagai ayah, ibu dan anak-anak. Hal ini secara diam-diam membentuk pada pemikiran kita di masa depan tentang konsep keluarga yang utuh. Namun tak dipungkiri Anda malah dihadapkan pada realitas yang membuat impian keluarga utuh yang diharapkan ternyata tak bisa terwujud.
Realitas ini meliputi fakta kehidupan bahwa setiap orang mempunyai pemahaman yang berbeda tentang sebuah pernikahan. Rasa cinta pasangan terhadap Anda yang sudah habis pun tak bisa membuat Anda memaksakan cinta. Daripada Anda fokus pada pernikahan yang gagal, lebih baik Anda menguatkan diri untuk tetap bertahan melawan 'badai' setelah perceraian.
Pembuktian diri
Bercerai bukanlah hal yang mudah, semudah mengajukan permintaan berpisah dan semuanya akan berjalan baik-baik saja. Jangan kaget jika setelah bercerai, Anda akan dicap terkesan egois dan jahat karena Anda seperti tak peduli perasaan anak-anak dan keluarga. Namun dalam proses hidup yang berjalan, Anda harus tetap percaya diri dan menunjukkan bahwa Anda berani mengambil sikap untuk menjalani kehidupan meski tanpa pasangan. Bahwa keputusan Anda bercerai adalah yang tepat dan terbaik untuk semua. Saya yakin seiring berjalannya waktu, orang-orang di sekitar Anda akan mulai belajar memahami keputusan Anda itu.
Life must go on
Tak dipungkiri kehidupan setelah perceraian akan dirasa berat secara emosional, finansial dan sosial. Namun trauma setelah perceraian menghantui kehidupan dan hal ini membuat Anda ragu melangkah. Jangan pernah takut. Memulai hidup baru setelah perceraian adalah perubahan ke arah positif. Temukanlah diri Anda yang sempat 'menghilang', dan Anda punya hak sepenuhnya untuk bisa menikmati hidup menjadi lebih bahagia.
Anything is Possible
Perceraian yang dihadapi terkadang memaksa Anda untuk menjalani hari buruk yang sangat kejam. Namun percayalah hari baik pun pasti akan menghampiri Anda. Jangan kekang diri Anda dalam keterpurukan, Anda pantas mendapatkan kebahagiaan. Tunjukkan sisi diri Anda yang positif menjalani hidup dan semua akan indah pada waktunya.
Keluarga dan teman yang terbaik
Apapun yang terjadi setelah perceraian, jangan pernah lupakan keluarga dan teman. Merekalah yang selalu ada dan memberikan semangat serta perhatian tulusnya kepada Anda di saat-saat menjalani hari-hari berat pasca perceraian. Luka Anda mungkin belum sembuh betul pasca perceraian tapi keberadaan mereka yang melingkupi kehidupan Anda akan membantu Anda menyembuhkan luka itu.
Looking Good
Setelah perceraian, sebuah transformasi tentu tidak dapat dihindari. Namun itulah sesuatu yang diharapkan, perubahan ke arah yang lebih baik. Pasca perceraian Anda mungkin dihadapkan pada hari-hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan yang membuat hidup Anda seperti tidak berguna. Tampillah all out, tunjukkan bahwa Anda lebih baik dari sebelumnya. Kuncinya adalah dengan menemukan kebahagiaan batin dan kekuatan untuk tetap survive. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda adalah nyata, seksi dan percaya diri.
Melepas beban
Jika ingin memberikan yang terbaik bagi hidup Anda, jangan pernah buang-buang waktu larut dalam kebencian dan kemarahan. Hal itu justru merusak diri Anda sendiri. Lepaskanlah beban yang memberatkan pundak dan langkah Anda. Berbagi cerita dengan teman-teman, akan sedikit melegakan nafas hidup Anda yang disesaki banyak permasalahan pasca perceraian. Bersenang-senanglah 'melepaskan' beban itu dan ucapkanlah selamat tinggal pada masa lalu kehidupan pernikahan Anda dulu.
Menikmati perasaan lega
Ini masih terkait dengan poin sebelumnya 'melepas beban'. Ada kelegaan jika kita mau berusaha melepas beban atas masalah yang terjadi pasca perceraian. Apapun itu yang telah terjadi dan dialami sekarang adalah pembelajaran untuk lebih baik dan menjadi dewasa. Anda bisa mulai semuanya dari awal lagi, meski Anda harus berjuang sendiri untuk bangkit dari keterpurukan. Dengan kelegaan yang melingkupi hidup Anda, pasti Anda bisa optimis melewati proses recovery yang berjalan.
Menjaga perasaan anak-anak
Meski telah berpisah dengan pasangan, anak-anak tetaplah menjadi tanggung jawab Anda dan pasangan. Hati mereka yang terluka atas perpisahan kedua orangtuanya jangan sampai terabaikan. Sakit mereka mungkin saja karena dilabeli sebagai anak dari keluarga 'broken home', keluarga yang gagal.
Sebagai orang tua yang bijak, Anda bersama pasangan wajib memberikan contoh yang baik bagi putra-putri Anda yang harus terima menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Tetaplah menjaga dan membina hubungan baik antara Anda dan anak-anak akan makin menguatkan yang telah pernah retak. Ingat, tak pernah ada istilah mantan ayah atau mantan ibu. Tunjukkan bahwa Anda dan pasangan tetap saling mendukung dan kompak di depan anak-anak meski Anda berdua sudah tak lagi terikat. Kedekatan yang tetap tercipta ini bagus untuk membangun mental mereka agar lebih kuat menghadapi permasalahan hidup.
See the future
Jangan pernah melihat ke belakang, itu hanya akan membuat Anda terluka. Pasang saja spion pada kemudi hidup Anda, jadi sewaktu-waktu Anda 'dipaksa' melihat ke belakang, Anda cukup melirik di balik kaca spoin di samping kemudi. Jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran hidup Anda agar lebih baik dan lebih bijak. Tak perlu membuka luka lama, karena hidup di depan sudah menunggu Anda untuk dijalani. Optimislah!
Siapapun tak menginginkan perpisahan atau perceraian. Namun jika itu harus dihadapi, hadapilah dengan hati tegar. Percayalah, transisi perceraian ini bisa sangat bermanfaat. Hubungan yang sudah tak lagi bisa dipertahankan hanya akan menjadi racun dan duri dalam hidup Anda, dan ini justru menahan mimpi dan memenjara ekspresi diri.
Bijaknya, Anda bisa mengambil sisi positif dari perpisahan ini. Anda akan semakin terasah untuk lebih peka terhadap keinginan pasangan dan apa yang Anda inginkan dari kehidupan. So, perceraian bukanlah akhir dari hidup Anda, ladies!
Cinta jarak jauh,tidak masalah
Hubungan cinta jarak jauh (long distance relationship) selalu memiliki stigma bahwa hubungan seperti ini tidak akan pernah berlangsung lama. Jika Anda dan pasangan tidak menguatkan hati dan mental, godaan pasti akan datang menghampiri. Anda yang lalu tidak setia dan beralih ke hati yang lain, atau sebaliknya si dia yang bermasalah.
Namun sebenarnya cinta jarak jauh bisa memberikan pembuktian tentang seberapa besar kebesaran dan kekuatan cinta Anda dan pasangan. Jangan berkecil hati dan bersedih, buka mata dan hati dan yakini ini semua akan baik-baik saja.
Komunikasi intens
Kunci utama mempertahankan hubungan cinta jarak jauh adalah dengan tetap saling menjaga komunikasi yang intens. Meski Anda terpisah jarak dengannya, toh ada yang menjembatani rindu itu. Bantuan teknologi sms, telepon, chatting, atau e-mail akan sangat membantu. Karena jika sudah cinta, sejauh apapun jaraknya dan seberat apapun ongkos menelepon atau chatting semalaman suntuk demi melepas kangen pun pasti akan dijalani.
Jangan pernah menunggu jika memang sudah sangat rindu. Jangan biarkan komunikasi Anda dan dia berjeda hanya karena Anda berdua saling gengsi untuk menghubungi lebih dulu. Sesibuk apapun Anda berdua, usahakan untuk tetap menjalin komunikasi.
Perhatian unik
Jarak dan waktu yang terpisah bukan berarti Anda dan pasangan tak bisa saling memberikan perhatian. Buatlah dia selalu mengingat Anda. Kirimi dia setiap hari e-card bergambar lucu dengan pemanis kata-kata romantis. Saat menelepon, ucapkan kalimat yang hangat dan menyentuh, ini seperti terapi untuk memberinya ketenangan bahwa Anda selalu memikirkan dan selalu menjadi miliknya meski jarak memisahkan Anda dengannya.
Hindari pertengkaran
Jangan pernah biarkan masalah menggantung Anda dan pasangan. Segera selesaikan dan akhiri segala ketegangan yang terjadi. Perselisihan dan pertengkaran Anda dan dia hanya akan menjadi batu sandungan bagi hubungan Anda berdua, bahkan bisa menjadi penyebab fatal gagalnya hubungan cinta jarak jauh Anda bersamanya.
Bersemangatlah, karena Anda pantas bahagia
Jangan sia-siakan hidup hanya karena dia sangat jauh dan tak bisa tersentuh. Bersemangatlah, karena Anda pantas bahagia. Hidup toh harus terus berjalan, ada atau tanpa dirinya di samping Anda. Segera lakukan segala hal dan kesempatan yang tertunda dulu. Mumpung ada banyak waktu untuk diri Anda sendiri lakukan saja hal-hal menyenangkan seperti mengikuti kelas yoga, menulis atau kursus melukis di hari weekend.
Realistis
Mulailah belajar untuk memahami dan lebih realistis menghadapi perpisahan sementara ini. Berikan waktu kepada diri Anda dan dirinya untuk beradaptasi menghadapi kehidupan masing-masing. Sisihkan waktu untuk saling berbagi dan bicara dari hati ke hati tentang apa yang telah dialami. Inilah cara terampuh untuk bisa saling memahami satu dengan yang lain.
Anda tidak sendirian
Setelah berpisah jarak dengannya bukan berarti Anda kini sendirian. Masih ada teman, sahabat, keluarga dan saudara yang mengelilingi Anda. Jika Anda butuh teman berbagi cerita, mereka pasti siap menjadi pendengar setia Anda. Tunggu apalagi..segera temui mereka dan jangan biarkan rindu Anda padanya mengaduk-aduk perasaan Anda lagi.
Namun sebenarnya cinta jarak jauh bisa memberikan pembuktian tentang seberapa besar kebesaran dan kekuatan cinta Anda dan pasangan. Jangan berkecil hati dan bersedih, buka mata dan hati dan yakini ini semua akan baik-baik saja.
Komunikasi intens
Kunci utama mempertahankan hubungan cinta jarak jauh adalah dengan tetap saling menjaga komunikasi yang intens. Meski Anda terpisah jarak dengannya, toh ada yang menjembatani rindu itu. Bantuan teknologi sms, telepon, chatting, atau e-mail akan sangat membantu. Karena jika sudah cinta, sejauh apapun jaraknya dan seberat apapun ongkos menelepon atau chatting semalaman suntuk demi melepas kangen pun pasti akan dijalani.
Jangan pernah menunggu jika memang sudah sangat rindu. Jangan biarkan komunikasi Anda dan dia berjeda hanya karena Anda berdua saling gengsi untuk menghubungi lebih dulu. Sesibuk apapun Anda berdua, usahakan untuk tetap menjalin komunikasi.
Perhatian unik
Jarak dan waktu yang terpisah bukan berarti Anda dan pasangan tak bisa saling memberikan perhatian. Buatlah dia selalu mengingat Anda. Kirimi dia setiap hari e-card bergambar lucu dengan pemanis kata-kata romantis. Saat menelepon, ucapkan kalimat yang hangat dan menyentuh, ini seperti terapi untuk memberinya ketenangan bahwa Anda selalu memikirkan dan selalu menjadi miliknya meski jarak memisahkan Anda dengannya.
Hindari pertengkaran
Jangan pernah biarkan masalah menggantung Anda dan pasangan. Segera selesaikan dan akhiri segala ketegangan yang terjadi. Perselisihan dan pertengkaran Anda dan dia hanya akan menjadi batu sandungan bagi hubungan Anda berdua, bahkan bisa menjadi penyebab fatal gagalnya hubungan cinta jarak jauh Anda bersamanya.
Bersemangatlah, karena Anda pantas bahagia
Jangan sia-siakan hidup hanya karena dia sangat jauh dan tak bisa tersentuh. Bersemangatlah, karena Anda pantas bahagia. Hidup toh harus terus berjalan, ada atau tanpa dirinya di samping Anda. Segera lakukan segala hal dan kesempatan yang tertunda dulu. Mumpung ada banyak waktu untuk diri Anda sendiri lakukan saja hal-hal menyenangkan seperti mengikuti kelas yoga, menulis atau kursus melukis di hari weekend.
Realistis
Mulailah belajar untuk memahami dan lebih realistis menghadapi perpisahan sementara ini. Berikan waktu kepada diri Anda dan dirinya untuk beradaptasi menghadapi kehidupan masing-masing. Sisihkan waktu untuk saling berbagi dan bicara dari hati ke hati tentang apa yang telah dialami. Inilah cara terampuh untuk bisa saling memahami satu dengan yang lain.
Anda tidak sendirian
Setelah berpisah jarak dengannya bukan berarti Anda kini sendirian. Masih ada teman, sahabat, keluarga dan saudara yang mengelilingi Anda. Jika Anda butuh teman berbagi cerita, mereka pasti siap menjadi pendengar setia Anda. Tunggu apalagi..segera temui mereka dan jangan biarkan rindu Anda padanya mengaduk-aduk perasaan Anda lagi.
Perbaiki hubungan Anda
Terkadang berteriak menjadi cara terbaik untuk melepaskan rasa frustasi saat adu debat bersama pasangan. Itu melelahkan dan membuang banyak tenaga. Ada cara yang lebih baik untuk memperbaiki saat-saat tegang itu terjadi.
Tuliskan segala perasaan Anda
Anda mendapati pasangan berbicara kasar dan itu begitu buruk bagi Anda, kalian lalu bertengkar hebat. Stop!, hentikan perkelahian dan tuliskan pada selembar kertas, "bicaralah padaku seperti aku ini seseorang yang kamu cintai," lalu berikan itu kepadanya.
Kesampingkan ego
Saat debat bersama pasangan, terkadang kita dituntut mengesampingkan ego. Ini bukanlah masalah siapa yang benar atau salah, siapa yang kalah atau menang dalam mendominasi rumah tangga. Pernikahan bagi Anda dan pasangan harusnya menjadi hal yang terpenting dari sekedar adu debat. Ingatlah, mempertahankan sebuah hubungan jauh lebih sulit dari sekedar melepaskannya begitu saja.
Dialah harta berharga milik Anda
Untuk apa sih berdebat, toh Anda sangat mencintai pasangan. Tanamkan dalam hati Anda bahwa dialah harta paling berharga milik Anda, dan saat akan mulai berdebat dengannya, berteriaklah dalam hati "Aku benci berkelahi" lalu tatap matanya dalam-dalam, "Bisakah kita berpelukan saja?"
Lepaskan dia
Ini seperti sebuah gerakan kecil yang mengandung banyak makna. Jika memang harus dilakukan, lepaskan saja jalinan tali itu. Dengan melepasnya pergi akan memberi kesempatan pada Anda dan pasangan untuk salng belajar berintrospeski diri memperbaiki tentang segala kurang dan salah selama ini.
Tuliskan segala perasaan Anda
Anda mendapati pasangan berbicara kasar dan itu begitu buruk bagi Anda, kalian lalu bertengkar hebat. Stop!, hentikan perkelahian dan tuliskan pada selembar kertas, "bicaralah padaku seperti aku ini seseorang yang kamu cintai," lalu berikan itu kepadanya.
Kesampingkan ego
Saat debat bersama pasangan, terkadang kita dituntut mengesampingkan ego. Ini bukanlah masalah siapa yang benar atau salah, siapa yang kalah atau menang dalam mendominasi rumah tangga. Pernikahan bagi Anda dan pasangan harusnya menjadi hal yang terpenting dari sekedar adu debat. Ingatlah, mempertahankan sebuah hubungan jauh lebih sulit dari sekedar melepaskannya begitu saja.
Dialah harta berharga milik Anda
Untuk apa sih berdebat, toh Anda sangat mencintai pasangan. Tanamkan dalam hati Anda bahwa dialah harta paling berharga milik Anda, dan saat akan mulai berdebat dengannya, berteriaklah dalam hati "Aku benci berkelahi" lalu tatap matanya dalam-dalam, "Bisakah kita berpelukan saja?"
Lepaskan dia
Ini seperti sebuah gerakan kecil yang mengandung banyak makna. Jika memang harus dilakukan, lepaskan saja jalinan tali itu. Dengan melepasnya pergi akan memberi kesempatan pada Anda dan pasangan untuk salng belajar berintrospeski diri memperbaiki tentang segala kurang dan salah selama ini.
Langganan:
Postingan (Atom)