Saat ini siapa sih yang nggak kenal dengan Facebook?? Situs jejaring yang banyak digunakan oleh orang-orang untuk mencari teman, chatting, dan sebagainya. Namun ternyata situs tersebut juga menjadi hambatan bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Kenapa?? Salah satu penyebabnya adalah menjadikan para karyawannya sibuk facebook-an, sehingga melupakan tugas-tugas pokoknya. Tidak terkecuali kantor dimana saya bekerja menjadi korban demam facebook yang menjangkiti para karyawannya. Suatu hari saya diminta oleh atasan untuk memblokir situs Facebook agar tidak bisa diakses oleh para karyawan di kantor selama jam kerja, sedangkan diluar jam kerja diijinkan untuk mengakses situs tersebut.
Berhubung saya menggunakan MikroTik sebagai router, maka saya akan berbagi tips pemblokiran ala MikroTik. Berikut ini langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat....
Pertama, supaya waktu yang berjalan di router sesuai dengan waktu lokasi setempat, maka kita perlu mengatur agar clock di MikroTik mengacu pada NTP Server. Jika kita memiliki NTP Server sendiri, maka kita tinggal mengarahkan MikroTik ke NTP Server tersebut, namun jika kita tidak memiliki NTP Server, maka tidak perlu khawatir karena banyak NTP Server di luar yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Beberapa diantaranya adalah NTP Server milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan URL: ntp.kim.lipi.go.id (203.160.128.6) dan NTP Pool Project dengan salah satu URLnya: 0.id.pool.ntp.org (202.169.224.16). Untuk mensettingnya di MikroTik, ketikkan perintah berikut :
/system ntp client set primary-ntp=203.160.128.6 secondary-ntp=202.169.224.16 \ mode=unicast enabled=yes;
Kedua, membuat rule di firewall filter. Dalam hal ini saya ingin memblokir situs Facebook yang menggunakan port HTTP (80), sehingga selain port tersebut masih diijinkan. Tujuannya agar pengguna masih dapat menerima update status facebook melalui email. Untuk mensettingnya ketikkan perintah berikut :
/ip firewall filter add chain=forward src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp \ dst-port=80 content="facebook" action=drop comment="Blokir Akses Facebook";
Ketiga, membuat script untuk mengaktifkan firewall tersebut selama jam kerja dan mematikannya pada jam istirahat dan diluar jam kerja. Disini saya membuat 3 script, yaitu script untuk mengaktifkan (enable) firewall, script untuk mematikan (disable) firewall serta script untuk dieksekusi pada hari libur (Sabtu-Minggu) dan hari kerja. Berikut ini scriptnya :
Script untuk mematikan (disable) firewall :
/system script add name="fb-allow" policy=write,read,policy,test,sniff source={/ip firewall filter set [/ip firewall filter find content="facebook"] disabled=yes}
Script untuk mengaktifkan (enable) firewall :
/system script add name="fb-deny" policy=write,read,policy,test,sniff source={/ip firewall filter set [/ip firewall filter find content="facebook"] disabled=no}
Script untuk disable firewall di hari libur dan enable di hari kerja :
/system script add name="fb-holiday" policy=write,read,policy,test,sniff source={:if ([/system scheduler get [/system scheduler find on-event="fb-deny"] disabled] = true) do [/system scheduler set [/system scheduler find on-event="fb-deny"] disabled=no] else [/system scheduler set [/system scheduler find on-event="fb-deny"] disabled=yes]}
Keempat, membuat schedule untuk menentukan kapan firewall tersebut akan diaktifkan atau dinon-aktifkan. Disini saya membuat 6 scheduler berdasarkan jam kerja dan hari kerja, yaitu jam 08:00, jam 12:00, jam 13:00, jam 17:00, hari sabtu-minggu, dan hari senin. Berikut ini scriptnya :
Schedule untuk mengaktifkan (enable) firewall pada jam kerja (08:00) :
/system scheduler add name="fb-08:00" start-date=jan/01/1970 start-time=08:00:00 interval=1d on-event="fb-deny"
Schedule untuk mematikan (disable) firewall pada jam istirahat (12:00) :
/system scheduler add name="fb-12:00" start-date=jan/01/1970 start-time=12:00:00 interval=1d on-event="fb-allow"
Schedule untuk mengaktifkan kembali (enable) firewall pada jam kerja (13:00) :
/system scheduler add name="fb-13:00" start-date=jan/01/1970 start-time=13:00:00 interval=1d on-event="fb-deny"
Schedule untuk mematikan (disable) firewall di luar jam kerja ke atas ( > 17:00) :
/system scheduler add name="fb-17:00" start-date=jan/01/1970 start-time=17:00:00 interval=1d on-event="fb-allow"
Schedule untuk mematikan (disable) firewall di hari libur (Sabtu-Minggu) :
/system scheduler add name="fb-sabtu-minggu" start-date=aug/01/2009 start-time=00:00:00 interval=7d on-event="fb-holiday"
Pastikan bahwa tanggal yang didefinisikan pada parameter "start-date" scheduler adalah Hari Sabtu. Dan parameter "interval" diberi nilai 7d.
Schedule untuk mengaktifkan kembali (enable) firewall di hari kerja (Senin) :
/system scheduler add name="fb-senin" start-date=aug/03/2009 start-time=00:00:00 interval=7d on-event="fb-holiday"
Pastikan bahwa tanggal yang didefinisikan pada parameter "start-date" scheduler adalah Hari Senin. Dan parameter "interval" diberi nilai 7d.
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Cara Meng-Auto Like Status Facebook teman
Cara Meng-Auto Like Status Facebook teman ini maksudnya Meng-Klik tombol Like|suka Sekaligus tanpa meng-klik satu persatu Status teman kita di FB, Jadi Sobat Facebooker Bisa menghemat waktu dan berselancar di dunia Facebook semakin mudah dan nyaman.
Bagaimana Mengasyikkan Ga?, Oke kalau sobat mau ikuti langkah-langkah berikut :
Langkah Pertama
Sebelum menambahkan Script Auto Like Bomb, Anda harus terlebih dahulu menambahkan Greasemonkey . The Greasemonkey add-on akan membiarkan Anda menginstal kode Auto Like Bomb. Dapatkan Greasemonkey add-on, pastikan Bila sudah di Install Ada Gambar monyet di bagian kanan bawah layar.
BILA SUDAH Install Silahkan Lewati Langkah ini Langsung saja Kelangkah Kedua
Silahkan Install Greasemonkey dengan klik link dibawah ini :
Klik Disini Pengguna Firefox
Klik Add to Firefox
Setelah Selesai maka Restar Firefox anda
Eittt Pengguna IE Jangan Kecewa...
Klik disini Untuk Pengguna IE
Klik Download Free
Setelah selesai Restar IE Anda
Langkah Kedua
Silahkan Menuju Tombol Berikut Untuk Install Kodenya
LIKEBomb
Setelah menuju halaman Install Maka Klik lagi Install Tunggulah beberapa saat hingga Proses install selesai. atau copas http://userscripts.org/scripts/show/82031
Silahkan Menuju Account Facebook dan dicoba
Nanti Auto Like Bomb Akan Muncul di Bawah Profile Anda seperti Gambar dibawah ini
Nah Untuk Meng-autoLike silahkan Klik Menu Like Bomb atau copas
Untuk Mengembalikan Lagi seperti Biasa Silahkan Menuju Menu Firefox Atau IE Lalu Klik Tools Cari Greasemonkey Hapus Centang nya Jadi Disable
Bagaimana Mengasyikkan Ga?, Oke kalau sobat mau ikuti langkah-langkah berikut :
Langkah Pertama
Sebelum menambahkan Script Auto Like Bomb, Anda harus terlebih dahulu menambahkan Greasemonkey . The Greasemonkey add-on akan membiarkan Anda menginstal kode Auto Like Bomb. Dapatkan Greasemonkey add-on, pastikan Bila sudah di Install Ada Gambar monyet di bagian kanan bawah layar.
BILA SUDAH Install Silahkan Lewati Langkah ini Langsung saja Kelangkah Kedua
Silahkan Install Greasemonkey dengan klik link dibawah ini :
Klik Disini Pengguna Firefox
Klik Add to Firefox
Setelah Selesai maka Restar Firefox anda
Eittt Pengguna IE Jangan Kecewa...
Klik disini Untuk Pengguna IE
Klik Download Free
Setelah selesai Restar IE Anda
Langkah Kedua
Silahkan Menuju Tombol Berikut Untuk Install Kodenya
LIKEBomb
Setelah menuju halaman Install Maka Klik lagi Install Tunggulah beberapa saat hingga Proses install selesai. atau copas http://userscripts.org/scripts/show/82031
Silahkan Menuju Account Facebook dan dicoba
Nanti Auto Like Bomb Akan Muncul di Bawah Profile Anda seperti Gambar dibawah ini
![]() |
| Like Bomb |
Nah Untuk Meng-autoLike silahkan Klik Menu Like Bomb atau copas
Untuk Mengembalikan Lagi seperti Biasa Silahkan Menuju Menu Firefox Atau IE Lalu Klik Tools Cari Greasemonkey Hapus Centang nya Jadi Disable
Dampak negatif facebook semakin hari semakin terasa, meski pun para facebookers banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negati facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan yang namanya facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari. Oke buat kamu para remaja dan pelajar serta anak anak, kamu harus tahu apa saja dampak negatif dari facebook ini. Karena pengguna facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.
1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook. Ada yang bilang autis Haha, lebay
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.
3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg garatis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.
4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.
5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! "sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!" Pernah menemukan yang seperti itu..?
6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.
7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!
8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya mengguankan internet untuk mencari konten "berlendir". Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.
9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnay dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya "Evan Brimob" beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: "Polisi nggak butuh masyarakat".
10. Awas penipuan..!
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.
Setelah kamu tahu dampak negatif facebook, nggak salah dong, untuk lebih berhati hati dan menggunakannya secara wajar..!
1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook. Ada yang bilang autis Haha, lebay
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.
3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg garatis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.
4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.
5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! "sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!" Pernah menemukan yang seperti itu..?
6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.
7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!
8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya mengguankan internet untuk mencari konten "berlendir". Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.
9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnay dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya "Evan Brimob" beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: "Polisi nggak butuh masyarakat".
10. Awas penipuan..!
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.
Setelah kamu tahu dampak negatif facebook, nggak salah dong, untuk lebih berhati hati dan menggunakannya secara wajar..!

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam
sebuah episode infotainment setiap hari.Ketika aib seseorang
ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita
media massa.
Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di
luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-
tunggu ... ’siapa calon bapak si jabang bayi?’
Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities
yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu
berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya
mengolok-olok suaminya.
Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya
ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur
sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik
Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu,
sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati
aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan
mohon maaf .... ’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang
didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng
update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa
atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal
keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status
facebook :
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian,
enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen
bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki
temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit
semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2
nakal bermunculan...
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh
lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang
dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----
lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.Yang
laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu
nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2
komen datang.Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya
duit...”Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur
pake dalaman lagi nih” .Dan ribuan status-status yang numpang
beken
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita,
telinga kita, bahkan pikiran kita.Ada yang lebih kejam dari sekedar
status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan
sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan
tidak perlu di tampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru
sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah
raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg
didalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang
sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami,
foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan
dengan ceria....
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan
kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal
kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai
Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya.
Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya.
Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha “ Wahai Aisyah
apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang
humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku,
sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul
dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari
ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah
rasulullah....
Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari
mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian
hartanya, dan sebagian rumahnya,maka abdurahman bin auf
mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak
membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya
kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang,
sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”.
(Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam,
hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan
fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status
dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu,
tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.Dan Rasulullah SAW
menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak
malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa
bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang
tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan
rapat.Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya,
dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari
Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai
cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan
penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai
sahabat.Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib
masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.Maka jagalah
kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-
aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita
luntur tak berbekas.catatan***"Iffah (bisa berarti martabat/
kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan
upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha
memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh
dan tercela."Sumber : FTJAIJudul Asli : Ketika Iffah mulai luntur (dibalik
fenomena facebook)
Gara-gara Facebook, PNS di Surabaya Cerai
VIVAnews - Pelarangan menggunakan fasilitas situs jejaring facebook di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya cukup beralasan. Selain mengganggu aktifitas pekerjaan, ternyata ada hal yang lebih mencengangkan.
Banyak dari pengguna facebook utamanya PNS Pemkot Surabaya tertimpa masalah hingga masuk ke soal perceraian rumah tangga. Itu berdasar beberapa surat tertulis yang dikirimkan oleh istri atau suami PNS kepada Badan Kepegawaian Pemkot Surabaya.
"Memang, kami banyak menerima beberapa surat tertulis dari pasangan PNS yang memberitahukan perceraiannya dan perselingkuhan karena facebook," kata Kepala Badan Kepegawaian Kota Surabaya Yayuk Eko Agustin di Surabaya, Senin 7 September 2009.
Ditanya detail surat yang masuk, dan dari dinas mana saja, Yayuk belum bersedia menjelaskan. Menurut Yayuk, hal itu adalah masa keluarga bersangkutan. "Itu masalah keluarga. Pokoknya ada surat resmi pemberitahuan ke kita," lanjut dia.
Saat ini Badan Kepegawaian tengah mempelajari kasus itu dan akan menindaklanjuti dengan memanggil oknum yang bersangkutan.
Sementara itu, Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan bahwa pihaknya masih tetap memberlakukan pemblokiran terhadap akses jejaring sosial facebook di lingkungan pemkot sampai waktu tidak terbatas.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surabaya mengambil tindakan memutus jaringan internet dilingkungan kerjanya. Hal itu karena mengganggu kinerja pegawai negeri sipil, yang membuang waktu kerjanya hanya untuk bermain facebook.
Banyak dari pengguna facebook utamanya PNS Pemkot Surabaya tertimpa masalah hingga masuk ke soal perceraian rumah tangga. Itu berdasar beberapa surat tertulis yang dikirimkan oleh istri atau suami PNS kepada Badan Kepegawaian Pemkot Surabaya.
"Memang, kami banyak menerima beberapa surat tertulis dari pasangan PNS yang memberitahukan perceraiannya dan perselingkuhan karena facebook," kata Kepala Badan Kepegawaian Kota Surabaya Yayuk Eko Agustin di Surabaya, Senin 7 September 2009.
Ditanya detail surat yang masuk, dan dari dinas mana saja, Yayuk belum bersedia menjelaskan. Menurut Yayuk, hal itu adalah masa keluarga bersangkutan. "Itu masalah keluarga. Pokoknya ada surat resmi pemberitahuan ke kita," lanjut dia.
Saat ini Badan Kepegawaian tengah mempelajari kasus itu dan akan menindaklanjuti dengan memanggil oknum yang bersangkutan.
Sementara itu, Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan bahwa pihaknya masih tetap memberlakukan pemblokiran terhadap akses jejaring sosial facebook di lingkungan pemkot sampai waktu tidak terbatas.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surabaya mengambil tindakan memutus jaringan internet dilingkungan kerjanya. Hal itu karena mengganggu kinerja pegawai negeri sipil, yang membuang waktu kerjanya hanya untuk bermain facebook.
Gara-Gara Facebook, Seorang Ayah Hajar Anak Istri
DENPASAR- Gara-gara rebutan menggunakan laptop untuk ber-Facebook ria, seorang ayah naik pitam dan menganiaya anak serta istrinya. Pelaku adalah Hari Masari (41), sementara korbannya adalah Mia (16) dan Dessy Susanti (38).
“Pelaku emosi karena permintaan meminjam laptop tidak kunjung dipenuhi sehingga anaknya dipukul dengan kayu penggaris yang mengakibatkan luka lebam dan keseleo pada tangannya,” ujar sumber okezone di Poltabes Denpasar, Minggu (14/03/2010).
Melihat pelaku menganiaya anaknya Mia (16), sang ibu yang bernama Dessy Susanti langsung menegur sikap kasar suaminya. Rupanya, Hari yang sudah disulut emosi kian terpancing dengan omelan sang istri.
“Pelaku langsung memukul istrinya dengan tangan kosong di pelipis kanan istrinya. Malahan pelipis istrinya itu sampai bengkak,” tambah sumber tadi sembari menyebutkan keluarga tersebut tinggal di sekitar Jalan Uluwatu, Gang Perjuangan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.
Akibat perbuatan tersebut, Desy dan anaknya, Mia, memilih melaporkan ulah ayahnya ke Poltabes Denpasar. Usai dapat laporan kasus yang terjadi pada Jumat, 12 Maret, lalu, sekira pukul 21.00 Wita, polisi langsung membawa korban ke rumah sakit guna dilakukan visum et repertum (VER).
“Pelaku juga sudah diamankan, kasusnya masih ditangani satuan Reskrim Poltabes," tambahnya.
Hingga kini Pahumas Poltabes Kompol I Made Mundra belum berhasil dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan tersebut. Di hadapan polisi, pelaku yang bekerja sebagai wiraswastawan mengaku emosi karena anaknya tidak meminjamkan laptop. Saat itu, anaknya Mia memang masih asyik bermain facebook sehingga menolak memberikan laptopnya kepada sang ayah.
Gara-gara Facebook: Jodoh Melayang, Harta Pun Hilang
Laporan wartawan Astrid Isnawati
Selasa, 3 Maret 2009 | 11:40 WIB
Fenomena Facebook alias FB semakin tak terbendung. Tak heran jika FB dinobatkan sebagai situs pertemanan paling diminati di seantero dunia. Dan, seperti dua sisi berlawanan dari koin, di samping menguntungkan, FB pun mempunyai sisi "buruk". Fitur sederhana seperti status dan foto yang dilengkapi tag yang digemari jutaan pengguna Facebook, ternyata berbahaya jika digunakan secara sembrono. Pasalnya, FB memungkinkan teman (mutual friends) mengetahui detail pribadi penggunanya. Bayangkan saja, cukup dengan meng-update status atau mengubah status hubungan dengan pasangan, secara otomatis semua teman mendapatkan notification (pemberitahuan).
Foto-foto yang diunggah lalu di-tag sembarangan dan diset, bisa dilihat siapa pun yang memiliki jaringan pertemanan, juga tak kalah bahaya, lho. "Di dunia maya, pencitraan diri dicerminkan lewat apa yang di-posting oleh Anda atau orang lain. Jadi, hati-hati dalam memilih foto untuk di-posting" ucap Donny BU, Senior Researcher ICT (Internet and Communication Technology) Watch.
Intinya, kata Doni, jangan sembarangan menyebar data pribadi, mengubah status, menambah teman yang sama sekali asing, atau mengunggah foto di dunia maya secara membabi-buta. Di Inggris, contohnya, suami membunuh istrinya karena sang istri mengubah status pernikahan mereka di FB, dari menikah menjadi lajang. Sang suami pun naik pitam dan gelap mata. Menyeramkan, bukan?
Kado Puluhan Juta
Tak hanya di luar negeri, peristiwa buruk menyangkut salah guna FB juga terjadi di sekeliling kita. Salah satunya menimpa Vira (bukan nama sebenarnya), perempuan berusia 30-an dengan jenjang karier eksekutif di perusahaannya. Sama seperti pengguna FB di berbagai tempat, Vira juga keranjingan. Tiada hari tanpa memperbarui perkembangan terbaru dari akun pribadi dan tak lupa menjelajahi satu per satu kabar teman-temannya di FB.
Suatu hari, dalam boks friend requests, sebuah nama dan foto asing muncul, meminta agar Vira menerima ajakannya untuk berteman. Vira melihat profilnya dan ternyata pria ini berasal dari Turki. Karena tidak memiliki mutual friends, dipastikan dia menggunakan panduan advanced search sampai menemukan akun Vira, sebuah upaya yang menunjukkan ada usaha lebih dari pria itu. Paras rupawan sang calon teman sedikit banyak membuat hati Vira melunak dan ikon Confirm tanpa ragu, ia klik. Alhasil, resmilah pertemanan mereka.
Setelahnya, mereka rajin bertegur sapa di wall untuk menjembatani jauhnya jarak dan perbedaan waktu. Karena si lelaki sangat perhatian dan mengaku punya pekerjaan tetap, Vira mengiyakan ajakan berpacaran. Tak lama kemudian, sang Arjuna datang ke Indonesia.
Ia bersikap amat santun dan supel. Dalam sekejap, keluarga besar Vira bisa dekat dengannya. "Dia rajin sekali mendekati keluarga saya," kenang Vira. Ini adalah faktor yang mengakibatkan Vira menaruh kepercayaan besar kepada sang pacar. Belum lagi, pria Turki ini sangat royal secara materi, "Waktu saya lihat dan menyukai sebuah cincin, dia langsung membelikannya," ujar Vira. Bahkan, saat Vira berulang tahun, dia mentransfer uang puluhan juta ke rekening Vira sebagai hadiah.
Ajak Nikah Berujung Amarah
Singkat cerita, mereka memutuskan untuk menikah. Tiba-tiba, Vira teringat sesuatu, "Kalau saya dinikahi dia, berarti saya harus ikut ke Turki dan meninggalkan semua yang saya miliki di sini." Mendadak, hati Vira menjadi kurang sreg. "Apa benar dia suka dengan saya?" pikir Vira. Tak ingin menyesal, Vira lalu memutuskan hubungan mereka secara baik-baik. Reaksi tak terduga muncul dari negeri seberang. Sang pacar marah tak karuan, sampai mengancam dan meneror tiada henti.
Diburu amarah, lelaki itu mendatangi Vira ke Indonesia dan mengajaknya bertemu di hotel. Ancamannya tidak main-main, Vira harus mengembalikan semua pemberiannya yang bernilai ratusan juta rupiah, "Dia ingat detailnya, karena semua tercatat dengan baik di pembukuannya." Kontan, Vira ketakutan. Bahkan, ketika teman-temannya menyuruhnya melapor ke polisi, dia menolak. "Saya malu dan takut," begitu alasan Vira.
Alhasil, Vira pontang-panting mencari dana agar "utangnya" lunas. "Tabungan saya sampai habis, akhirnya terpaksa meminjam sana-sini," keluh Vira. Masalah belum usai, karena hingga sekarang Vira masih berutang kepada teman dan keluarganya. "Sungguh melelahkan," keluhnya. Kapokkah Vira main FB? "Enggak! Saya hanya lebih selektif memilih teman. Interaksi di FB hanya dengan teman-teman yang benar-benar dekat," tandasnya.
Kasus Vira, kata Doni, sebetulnya tak akan terjadi jika saja Vira tidak asal menerima undangan berteman. Apalagi kalau hanya untuk menambah jumlah teman. "Lihat dulu, berapa banyak mutual friends. Semakin sedikit, berarti tidak banyak teman yang mengenalnya. Ini berarti risikonya lebih besar. Tidak perlu sampai ribuan teman, karena wajarnya, setiap akun FB memiliki 120 teman."
GADIS MENIPU VIA FACEBOOK
Liputan6.com, Semarang: Dewi Haryati, remaja 17 tahun, digelandang ke Kepolisian Resor Kota Semarang Selatan, Jawa Tengah, Jumat (16/4), kerena melakukan penipuan melalui facebook. Pelaku membohongi korban dengan cara memasang foto pada akun facebook-nya dengan wajah perempuan lain yang cantik. Uang Rp 13 juta pun sempat digondol Dewi.
Aksi Dewi bermula dari perkenalannya dengan Gilang, warga Banyumanik lewat facebook. Melihat foto yang terpasang pada akun Dewi, Gilang tertarik dan mulai menjalin komunikasi dengan pelaku. Gilang pun termakan rayuan Dewi untuk memberikan uang Rp 13 juta.
Dewi meminta agar uang ditinggalkan di dalam mobil dengan keadaan pintu tidak terkunci. Gilang mengaku percaya saja karena menganggap diri sudah menjadi kekasih Dewi.
Kemudian, Dewi meminta Gilang untuk naik ke lantai tiga sebuah pertokoan di Semarang. Saat Gilang naik ke swalayan, Dewi langsung beraksi dengan mengambil uang yang ada di dalam mobil. Dengan uang tersebut, Dewi membeli dua buah Blackberry, pemutar DVD, sepatu, dan sejumlah pakaian.
Keberadaan Dewi dilacak dengan menghubunginya lewat telepon. Saat diinterogasi polisi, Dewi yang baru berumur 17 tahun, mengaku melakukan aksi nekat ini hanya lantaran kebelet membeli sejumlah barang yang ia inginkan. Kini, Dewi dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (ASW/YUS)
Aksi Dewi bermula dari perkenalannya dengan Gilang, warga Banyumanik lewat facebook. Melihat foto yang terpasang pada akun Dewi, Gilang tertarik dan mulai menjalin komunikasi dengan pelaku. Gilang pun termakan rayuan Dewi untuk memberikan uang Rp 13 juta.
Dewi meminta agar uang ditinggalkan di dalam mobil dengan keadaan pintu tidak terkunci. Gilang mengaku percaya saja karena menganggap diri sudah menjadi kekasih Dewi.
Kemudian, Dewi meminta Gilang untuk naik ke lantai tiga sebuah pertokoan di Semarang. Saat Gilang naik ke swalayan, Dewi langsung beraksi dengan mengambil uang yang ada di dalam mobil. Dengan uang tersebut, Dewi membeli dua buah Blackberry, pemutar DVD, sepatu, dan sejumlah pakaian.
Keberadaan Dewi dilacak dengan menghubunginya lewat telepon. Saat diinterogasi polisi, Dewi yang baru berumur 17 tahun, mengaku melakukan aksi nekat ini hanya lantaran kebelet membeli sejumlah barang yang ia inginkan. Kini, Dewi dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (ASW/YUS)
Gara - gara Facebook,Penceraian Meningkat
Apakah Anda sedang menjalani proses perceraian dengan suami atau istri? Berhati-hatilah terhadap apa yang Anda tulis di situs jejaring sosial. Pasalnya, sekitar 81 persen dari 1.600 anggota Akademi Pengacara Perkawinan Amerika (AAML) mengatakan dalam lima tahun terakhir ini jumlah kasus perceraian meningkat gara-gara aktivitas seseorang di beberapa situs seperti Facebook, MySpace, dan Twitter.
"Jika seseorang yang sedang menjalani proses perceraian atau perebutan hak asuh mempublikasikan sesuatu yang kontradiktif di situs jejaring sosial, maka pasangannya lah yang akan pertama kali menyadarinya. Dari situ, kekacauan kerap terjadi," kata Marlene Eskind Moses, presiden AAML, Rabu (10/2) waktu setempat.
Berdasarkan pernyataan 66 persen anggota AAML, Facebook adalah penyebab utama perceraian dan perebutan hak asuh anak. Menyusul di urutan kedua dan ketiga adalah MySpace dan Twitter dengan 15 dan lima persen.
"Facebook adalah sumber informasi," ujar Kenneth Altshuler, wakil presiden AAML pertama yang telah menjadi pengacara perceraian selama 25 tahun. "Saran saya terhadap para klien: tutup akun Facebook kalian," tutur Altshuler.
Altshuler menyebut satu contoh ketika terdapat seorang ibu yang tengah memperjuangkan hak asuh anak. Ia dinyatakan kalah karena mengatakan telah bertunangan. Namun di akun Facebooknya terungkap bahwa ia baru saja putus dari pacarnya dan sedang mencari pria kaya. "Saya heran terharap tingkah laku seseorang, padahal dia sedang menjalani proses perceraian," ujarnya.
Pada kasus lain, seorang pria mengaku telah sembuh dari kebiasaan menenggak minuman keras. Namun setelah pengadilan melakukan pengecekan silang, ditemukan bukti sebuah foto di Facebook yang menunjukkan dirinya tengah mabuk di suatu pesta. "Hakim akan selalu memaafkan kesalahan manusia, tapi tidak akan pernah memaafkan kebohongan," jelas Altshuler.
"Jika seseorang yang sedang menjalani proses perceraian atau perebutan hak asuh mempublikasikan sesuatu yang kontradiktif di situs jejaring sosial, maka pasangannya lah yang akan pertama kali menyadarinya. Dari situ, kekacauan kerap terjadi," kata Marlene Eskind Moses, presiden AAML, Rabu (10/2) waktu setempat.
Berdasarkan pernyataan 66 persen anggota AAML, Facebook adalah penyebab utama perceraian dan perebutan hak asuh anak. Menyusul di urutan kedua dan ketiga adalah MySpace dan Twitter dengan 15 dan lima persen.
"Facebook adalah sumber informasi," ujar Kenneth Altshuler, wakil presiden AAML pertama yang telah menjadi pengacara perceraian selama 25 tahun. "Saran saya terhadap para klien: tutup akun Facebook kalian," tutur Altshuler.
Altshuler menyebut satu contoh ketika terdapat seorang ibu yang tengah memperjuangkan hak asuh anak. Ia dinyatakan kalah karena mengatakan telah bertunangan. Namun di akun Facebooknya terungkap bahwa ia baru saja putus dari pacarnya dan sedang mencari pria kaya. "Saya heran terharap tingkah laku seseorang, padahal dia sedang menjalani proses perceraian," ujarnya.
Pada kasus lain, seorang pria mengaku telah sembuh dari kebiasaan menenggak minuman keras. Namun setelah pengadilan melakukan pengecekan silang, ditemukan bukti sebuah foto di Facebook yang menunjukkan dirinya tengah mabuk di suatu pesta. "Hakim akan selalu memaafkan kesalahan manusia, tapi tidak akan pernah memaafkan kebohongan," jelas Altshuler.
Banyak Pelamar Kerja Ditolak Gara-gara Facebook
Santi Dwi Jayanti - detikinet

Facebook (ist)Jakarta - Mem-posting sesuatu di Facebook memang tak boleh sembarangan, khususnya bagi para pencari kerja. Sebuah survei mengungkapkan, hampir separuh perusahaan telah menolak calon pekerja yang sebenarnya potensial cuma gara-gara Facebook sang pelamar.
Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Bahkan, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (13/1/2010), empat dari perusahaan telah membuang lamaran yang masuk setelah melihat Facebook sang pelamar.
Gambaran tentang dampak Facebook ini didapat dari hasil survei Career Builder terhadap 450 karyawan perusahaan. Farhan Yasin, presiden Career Builder mengatakan, situs seperti Facebook bisa menjadi bom waktu.
"Banyak yang memakai situs jejaring untuk menguak hal "kotor" di dunia maya. Maka, bersihkan konten "kotor"-mu sebelum mencari pekerjaan. Hapus semua konten foto dan link yang bisa menjadi batu sandungan dalam mencari pekerjaan," imbau Yasin soal hasil survei tersebut.
Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang.
Facebook (ist)
Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Bahkan, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (13/1/2010), empat dari perusahaan telah membuang lamaran yang masuk setelah melihat Facebook sang pelamar.
Gambaran tentang dampak Facebook ini didapat dari hasil survei Career Builder terhadap 450 karyawan perusahaan. Farhan Yasin, presiden Career Builder mengatakan, situs seperti Facebook bisa menjadi bom waktu.
"Banyak yang memakai situs jejaring untuk menguak hal "kotor" di dunia maya. Maka, bersihkan konten "kotor"-mu sebelum mencari pekerjaan. Hapus semua konten foto dan link yang bisa menjadi batu sandungan dalam mencari pekerjaan," imbau Yasin soal hasil survei tersebut.
Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang.
Gara-Gara Facebook Dikeluarkan dari Sekolah
Tanjungpinang (ANTARA News) - Edy Trisno Arifin mengaku anaknya terpukul akibat dikeluarkan dari sekolah, setelah berkomentar di jejaring sosial "facebook" bersama tiga orang temannya yang dituduh menghina salah seorang guru.
"Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di kediamannya Jalan Brigjend Katamso, Tanjungpinang, Sabtu.
Edy merupakan orang tua dari salah seorang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.
Dia menuturkan, anaknya AN bersama tiga orang temannya MA, AR dan YK sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah.
"Sampai tengah malam mereka dibantu teman-temannya berusaha mendatangi guru-guru di SMA 4 untuk meminta maaf, bahkan mereka mau bersimpuh di hadapan guru-guru tersebut meminta maaf dan menyatakan penyesalan, namun hanya sebagian guru yang bisa ditemui." ujarnya bersedih.
Yang lebih menyedihkan menurut dia, di saat dia dan istrinya melihat anak mereka hanya duduk di lantai depan kelas karena tidak diizinkan mengikuti pelajaran oleh wali kelas.
"Saya bersama ibu AN menangis di sekolah tersebut melihat anak saya tidak boleh belajar dan hanya duduk di depan teras ruang kelasnya," ujarnya sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.
"Kami juga kecewa kenapa pihak sekolah tidak memberikan sanksi lain selain dikembalikan kepada orang tua, bukan kami membenarkan tindakan anak kami, karena guru adalah orang tua siswa di sekolah," katanya.
Edy mengaku masih trauma mengingat kejadian yang menimpa anaknya tersebut, namun merasa bersyukur anaknya masih diterima di salah satu SMA negeri di Tanjungpinang.
"Kami merasa bersyukur masih diterima di sekolah lain, karena sebelumnya salah seorang teman AN sempat ditolak oleh sekolah itu karena sekolah tersebut sudah mendapat laporan dari SMA 4 kalau anak-anak kami melakukan perbuatan itu," ujarnya.
Edy mengaku anaknya tersebut juga aktif di sekolah dan pernah menjadi utusan sekolah mengikuti lomba "grafity" tingkat SMA di Kabupaten Bintan dan mendapat juara pertama.
"Dia juga tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Tanjungpinang tahun 2009," ujarnya.
Dia berharap, guru-guru di sekolah proaktif dalam memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai kerugian, bahaya maupun keuntungan dari jejaring sosial "facebook" tersebut, agar siswa dapat memahami.
"Sebagai orang tua di sekolah, hendaknya guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya maupun manfaat dari jejaring sosial "facebook" ataupun mengenai pengetahuan dalam mengakses "dunia maya" tersebut," harapnya.
"Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di kediamannya Jalan Brigjend Katamso, Tanjungpinang, Sabtu.
Edy merupakan orang tua dari salah seorang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.
Dia menuturkan, anaknya AN bersama tiga orang temannya MA, AR dan YK sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah.
"Sampai tengah malam mereka dibantu teman-temannya berusaha mendatangi guru-guru di SMA 4 untuk meminta maaf, bahkan mereka mau bersimpuh di hadapan guru-guru tersebut meminta maaf dan menyatakan penyesalan, namun hanya sebagian guru yang bisa ditemui." ujarnya bersedih.
Yang lebih menyedihkan menurut dia, di saat dia dan istrinya melihat anak mereka hanya duduk di lantai depan kelas karena tidak diizinkan mengikuti pelajaran oleh wali kelas.
"Saya bersama ibu AN menangis di sekolah tersebut melihat anak saya tidak boleh belajar dan hanya duduk di depan teras ruang kelasnya," ujarnya sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.
"Kami juga kecewa kenapa pihak sekolah tidak memberikan sanksi lain selain dikembalikan kepada orang tua, bukan kami membenarkan tindakan anak kami, karena guru adalah orang tua siswa di sekolah," katanya.
Edy mengaku masih trauma mengingat kejadian yang menimpa anaknya tersebut, namun merasa bersyukur anaknya masih diterima di salah satu SMA negeri di Tanjungpinang.
"Kami merasa bersyukur masih diterima di sekolah lain, karena sebelumnya salah seorang teman AN sempat ditolak oleh sekolah itu karena sekolah tersebut sudah mendapat laporan dari SMA 4 kalau anak-anak kami melakukan perbuatan itu," ujarnya.
Edy mengaku anaknya tersebut juga aktif di sekolah dan pernah menjadi utusan sekolah mengikuti lomba "grafity" tingkat SMA di Kabupaten Bintan dan mendapat juara pertama.
"Dia juga tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Tanjungpinang tahun 2009," ujarnya.
Dia berharap, guru-guru di sekolah proaktif dalam memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai kerugian, bahaya maupun keuntungan dari jejaring sosial "facebook" tersebut, agar siswa dapat memahami.
"Sebagai orang tua di sekolah, hendaknya guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya maupun manfaat dari jejaring sosial "facebook" ataupun mengenai pengetahuan dalam mengakses "dunia maya" tersebut," harapnya.
inilah akibat pacar mencampurkan urusan pribadi dengan pacaran.
Gorontalo (ANTARA News) - Lantaran status yang tersiar dalam jejaring pertemanan Facebook (FB), Ningsih, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), harus memenuhi panggilan Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk diperiksa atas dugaan pencemaran nama baik.
Perempuan yang bernama lengkap Tri Wahyu Ningsih, mahasiswa semester lima Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), Fakultas Sastra dan Budaya UNG ini, Jumat, diperiksa selama satu jam lebih, oleh penyidik Dirrekskrim Polda Gorontalo.
Dia diperiksa karena statusnya di FB, pada tanggal 12 Januari 2010, sekitar pukul 00.30, yang berisikan makian terhadap Rahmat Pongoliu, seorang anggota polisi berpangkat Brigadir dua, yang bertugas di bidang penanggulangan Narkoba Polda Gorontalo.
"Yang menjadi pelapor atas perbuatan itu adalah Rahmat Pongoliu, yang merasa namanya, baik sebagai anggota masyarakat maupun polisi telah dicemarkan lantaran status dan komentar dalam FB itu," kata Djufri.
Namun ternyata setelah diusut lebih jauh, ternyata status dan komentar kasar itu , tidak ditulis oleh Ningsih, melainkan oleh Aidin Lahabu, yang tidak lain adalah kekasih Ningsih.
Aidin, lanjut Djufri, yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG itu, rupanya sengaja menggunakan akun milik pacarnya itu, karena cemburu pada Rahmat Pongoliu, yang dianggapnya tengah mendekati Ningsih.
Ningsih, yang di temui seusai pemeriksaan, membenarkan hal itu, bahwa password atau kata kunci untuk membuka akun FBnya itu, memang diketahui oleh Aidin .
"Saya memang sudah lama memberikan password akun FB saya padanya, namun tidak menyangka bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal-hal seperti itu," ujar Ningsih.
Aidin sendiri, lanjut Ningsih, telah mengakui perbuatannya, dan meminta maaf kepada dia dan Rahmat Pongoliu, melalui sebuah pesan singkat telepon selulernya.
Perempuan yang bernama lengkap Tri Wahyu Ningsih, mahasiswa semester lima Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), Fakultas Sastra dan Budaya UNG ini, Jumat, diperiksa selama satu jam lebih, oleh penyidik Dirrekskrim Polda Gorontalo.
Dia diperiksa karena statusnya di FB, pada tanggal 12 Januari 2010, sekitar pukul 00.30, yang berisikan makian terhadap Rahmat Pongoliu, seorang anggota polisi berpangkat Brigadir dua, yang bertugas di bidang penanggulangan Narkoba Polda Gorontalo.
"Yang menjadi pelapor atas perbuatan itu adalah Rahmat Pongoliu, yang merasa namanya, baik sebagai anggota masyarakat maupun polisi telah dicemarkan lantaran status dan komentar dalam FB itu," kata Djufri.
Namun ternyata setelah diusut lebih jauh, ternyata status dan komentar kasar itu , tidak ditulis oleh Ningsih, melainkan oleh Aidin Lahabu, yang tidak lain adalah kekasih Ningsih.
Aidin, lanjut Djufri, yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG itu, rupanya sengaja menggunakan akun milik pacarnya itu, karena cemburu pada Rahmat Pongoliu, yang dianggapnya tengah mendekati Ningsih.
Ningsih, yang di temui seusai pemeriksaan, membenarkan hal itu, bahwa password atau kata kunci untuk membuka akun FBnya itu, memang diketahui oleh Aidin .
"Saya memang sudah lama memberikan password akun FB saya padanya, namun tidak menyangka bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal-hal seperti itu," ujar Ningsih.
Aidin sendiri, lanjut Ningsih, telah mengakui perbuatannya, dan meminta maaf kepada dia dan Rahmat Pongoliu, melalui sebuah pesan singkat telepon selulernya.
Langganan:
Komentar (Atom)
