cinta

Kita hidup di dunia ini memang tidak akan pernah lepas dari namanya cinta, dimana mana kita akan selalu membutuhkan cinta atau kasih sayang. Tanpa hal tersebut, mungkin kita tidak akan merasakan indahnya dunia ini, dimana kita akan hidup sendiri dan tidak merasakan indahnya cinta dan kasih sayang, apakah anda mau hidup tanpa cinta?
Kayaknya 90% bakalan bilang "tidak kuat", akan tetapi, ternyata dalam cinta itu terdapat "bumbu-bumbu" lain yang membuat cinta itu bisa manis dan pahit.

1. Cinta karena kasih sayang

Cinta inilah yang biasanya sangat sulit sekali ditemukan sekarang ini. Akan tetapi, cinta karena kasih sayang masih bisa ditemukan pada pasangan yang benar-benat tulus saling mencintai antara satu dengan yang lain. Cinta ini terkadang tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka atau dengan kata lain mereka tidak terpengaruh dengan harta atau jabatan. Mereka hanya merasa saling menghargai satu sama lain, dan merasa saling membutuhkan.

2. Cinta karena nafsu

Cinta inilah yang berbahaya, cinta karena nafsu biasanya terjadi pada seseorang yang hanya ingin memenuhi nafsunya belaka. Mereka mengatakan cinta kepada seseorang hanya untuk memenuhi “nafsu” mereka belaka. Cinta ini biasanya terjadi pada masa-masa dewasa, dimana kita misalkan ingin mendapatkan seseorang yang di anggap paling cantik/ganteng di kampus/sekolahan qt. Maka dengan mendapatkanya, qt bisa memuaskan nafsu qt untuk memilikinya. Akan tetapi, “biasanya” hubungan seperti ini tidak bertahan lama, karena tidak desertai dengan rasa cinta yang tulus.

3. Cinta karena harta
kalau yang ini ngga’ usah di deskripsikan lagi ya? Sudah pada tau kan artinya? Hehehe.. Cinta seperti ini sudah makin banyak terjadi di lingkungan kita, akan tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan orang yang mencintai seseorang karena harta. Sekarang beberapa orang mulai berfikir realistis, mereka membutuhkan harta/ uang untuk mencukupi kehidupanya sehari-hari. Jadi, mereka mencari pasangan yang jauh lebih kaya dari mereka.

4. Cinta karena kasihan

Untuk yang satu ini, biasa kita temuin sehari-hari di lingkungan kita. Cinta ini desebabkan karena seseorang merasa kasihan kepada orang lain atau dengan kata lain merasa iba.

5. Cinta karena paksaan

Kalau yang ini kayaknya dari zaman siti nurbaya sampai sekarang masih ada.. Cinta karena paksaan biasanya terjadi karena mereka di dorong atau di paksa mencintai seseorang yang tidak dicintainya. Misalkan contohnya perjodohan gan, disini tidak menutup kemungkinan, cew sama cow tersebut tidak saling suka satu sama lain, bahkan terkadang tidak cocok sama sekali. Akan tetapi mereka tepaksa mencintai satu sama lain karena adanya paksaan dari orang tua mereka. Tapi dalam hal ini tidak menutup kemungkinan pasangan tersebut bisa menjadi suka satu sama lain, karena ada pepatah mengatakan “suka karena terbiasa”, atau kata orang jawa “tresno jalaran soko kulino”.

6. Cinta karena balas dendam
Kalau yang ini, jangan sampai deh kena ke agan-agan, rasanya 'gak enak banget Gan. Cinta karena balas dendam adalah cinta yang hanya ingin menyakiti, tanpa ada rasa ingin saling melindungi satu sama lain, 'kan harusnya kalau sayang atau cinta harus melindungi satu sama lain ya?

Penghargaan Avatar untuk SBY

Hingga April tahun ini, Presiden SBY sudah menerima sedikitnya lima penghargaan internasional. Paling akhir, sehari setelah peringatan Hari Bumi, 23 April, diserahkan oleh James Cameron—sutradara film Avatar—di Los Angeles. Avatar Home Tree Award diberikan kepada SBY karena program penanaman 1 miliar pohon yang dicanangkannya. Padahal, sepanjang lima tahun terakhir kepemimpinan SBY, lebih dari 10 miliar pohon hutan alam musnah. Sungguh, SBY tak layak mendapat penghargaan ini.

Film Avatar bercerita perjuangan suku Na’vi—penghuni planet Pandora—yang tanah keramatnya dikeruk perusahaan tambang, dibantu pasukan militernya yang brutal. Untuk mendapatkan unobtainium—logam paling mahal saat itu—perusahaan bersedia melakukan apa pun, termasuk mengebom pohon raksasa tempat tinggal para Na’vi. Film ini laris manis sejak diputar, bahkan mendapat penghargaan film terbaik Golden Globe, juga mendapat satu piala Oscar tahun ini.

Pandora dan Papua

Dua kali menonton Avatar membuat saya teringat suku Amungme di Papua Barat, yang puluhan tahun tanah keramatnya dikeruk oleh PT Freeport. Ersberg, salah satu gunung keramat mereka, kini berubah menjadi lubang raksasa dengan kedalaman ratusan meter. Gunug Grasberg, tetangganya, segera menyusul. Sungai-sungai di kawasan bawah juga dicemari. Lebih dari 1,2 miliar ton limbah tailing PT Freeport telah dibuang ke lingkungan sekitar, terus bertambah sedikitnya 200.000 ton tiap hari.

Sayang di Papua Barat tak ada JackSully—sang Avatar—pemimpin penyelamat Pandora. Bahkan, hingga lima kali Indonesia ganti presiden, para pemimpin negara ini tak mampu melindungi suku-suku penghuni pegunungan tengah Papua dari ”kejahatan” PT Freeport. Para pemimpin Papua juga rontok satu per satu. Jika saat ini mereka meninggal karena kekerasan dan konflik bersenjata. Ke depan, serbuan pendatang dan serangan penyakit mematikan HIV AIDS bisa menjadi ”mesin” pembunuh yang ampuh di sana.

Di bawah kepemimpinan SBY, pembangunan di Papua justru mengancam keselamatan warganya. Itulah yang membuat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mendesak didatangkannya pelapor khusus PBB guna mengetahui situasi HAM dan hak atas pangan ke Papua Barat. Hal itu disampaikan AMAN di depan sidang forum permanen PBB untuk isu-isu masyarakat adat di New York, bertepatan dengan penghargaan yang diterima SBY. AMAN mengkhawatirkan rencana proyek industri pangan Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), yang berpotensi melahirkan genosida struktural dan sistematis.

Proyek industri pangan berorientasi ekspor ini akan dilakukan pada 1,6 juta ha kawasan dataran rendah, hutan, dan rawa. Kabarnya proyek ini membutuhkan 6,4 juta tenaga kerja, yang sebagian besar akan didatangkan dari luar pulau. Padahal, populasi rakyat Papua saat ini hanya 4,6 juta jiwa, kurang dari separuhnya adalah penduduk asli yang 70 persennya tinggal di kawasan terpencil. AMAN khawatir rencana proyek akan membuat penduduk asli Papua menjadi minoritas dan terus menyusut populasinya.

Penghargaan Avatar

Jika saja James Cameron bertemu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), pasti ia akan berpikir seribu kali sebelum memberi SBY penghargaan. Sebab, deforestasi pada masa kepemimpinannya—merujuk data Walhi—angkanya luar biasa besar. Sepanjang 2006-2007, deforestasi mencapai 2,07 juta hektar. Jika di setiap hektar hutan alam hidup sekitar 2.500 pohon dengan diameter beragam, maka ada 5,17 miliar pohon yang musnah. Angka pemerintah sekalipun, deforestasi tahun lalu mencapai 1,07 juta hektar. Artinya ada 2,6 miliar pohon musnah.

Tidak hanya itu. Presiden SBY justru memimpin perusakan hutan yang tersisa lewat kebijakan-kebijakan kehutanan dan pertambangan yang mengancam keselamatan hutan dan rakyat. Setidaknya, ada dua yang patut dicatat.

Pertama, awal 2008 keluar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dari penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan di Luar Kegiatan Kehutanan. PP ini mengobral hutan lindung tersisa, salah satunya bisa dialihfungsikan menjadi kawasan tambang. Sewanya lebih murah dari pisang goreng, hanya Rp 150-Rp 300 per meter per tahun. PP ini memicu keluarnya izin tambang yang jumlahnya gila-gilaan. Di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, sedikitnya 247 perizinan tambang batu bara dikeluarkan bupati sepanjang tahun 2008 dan 2009.

Kedua, PP No 24/2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan dan PP No 10/2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan. Keduanya dipastikan akan mendorong alih fungsi hutan besar-besaran. Di Kalimantan Selatan saja, ada 97 perusahaan tambang batu bara yang kawasan pengerukannya masuk kawasan hutan. Oleh karenanya, mari menganggap Avatar Home Tree Award ini sebuah lelucon, cara Cameron mengolok kita. Ia sebenarnya ingin menyampaikan pesan, mengingatkan pengurus negeri ini agar berhenti memperlakukan hutannya dengan cara biadab.

Siti Maemunah - Jaringan Advokasi Tambang

Siaran Langsung Bunuh Diri di Internet

Penduduk di kota San Felipe, Cile, gempar dengan kasus bunuh diri yang tergolong unik nan pilu. Pasalnya, aksi nekad itu dilakukan seorang pria yang sengaja gantung diri sambil disaksikan mantan pacarnya melalui teknologi webcam - yaitu kamera yang terhubung oleh jaringan internet.

Kepolisian San Felipe mengungkapkan bahwa aksi bunuh diri itu tampaknya terjadi pada Jumat pekan lalu dan baru diungkapkan Minggu, 6 September 2009. Bunuh diri dilakukan oleh seorang pemuda bernama Simon Venegas.

Deputi Inspektur Polisi Carlos Court mengungkapkan bahwa aksi nekad Venegas itu bermotif rasa sakit hati setelah putus hubungan dengan mantan pacar. Sebelumnya, Venegas sempat chatting (bercakap-cakap langsung melalui internet) dengan mantan pacarnya.

Venegas tampak sudah meniatkan diri untuk bunuh diri saat dia mengarahkan webcam dari komputernya ke sebuah pohon di halaman rumahnya. Menurut polisi, Venegas lalu mengikat tali pada salah satu cabang pohon sambil berkata, "Lihatlah apa yang ingin saya lakukan. Saya cinta kamu, jaga dirimu baik-baik."

Pria itu kemudian melilitkan lehernya ke dalam jerat dan tak lama kemudian bunuh diri. Kaget melihat aksi bunuh diri mantan pacarnya dari layar komputer, perempuan berusia 23 tahun itu kemudian meminta bantuan teman-teman untuk segera menyelamatkan Venegas.

Namun, setiba mereka di lokasi, Venegas sudah tak bernyawa. Kepada polisi, saksi mengaku telah putus hubungan dengan Venegas selama setahun.

Gara-gara Facebook, PNS di Surabaya Cerai

VIVAnews - Pelarangan menggunakan fasilitas situs jejaring facebook di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya cukup beralasan. Selain mengganggu aktifitas pekerjaan, ternyata ada hal yang lebih mencengangkan.

Banyak dari pengguna facebook utamanya PNS Pemkot Surabaya tertimpa masalah hingga masuk ke soal perceraian rumah tangga. Itu berdasar beberapa surat tertulis yang dikirimkan oleh istri atau suami PNS kepada Badan Kepegawaian Pemkot Surabaya.

"Memang, kami banyak menerima beberapa surat tertulis dari pasangan PNS yang memberitahukan perceraiannya dan perselingkuhan karena facebook," kata Kepala Badan Kepegawaian Kota Surabaya Yayuk Eko Agustin di Surabaya, Senin 7 September 2009.

Ditanya detail surat yang masuk, dan dari dinas mana saja, Yayuk belum bersedia menjelaskan. Menurut Yayuk, hal itu adalah masa keluarga bersangkutan. "Itu masalah keluarga. Pokoknya ada surat resmi pemberitahuan ke kita," lanjut dia.

Saat ini Badan Kepegawaian tengah mempelajari kasus itu dan akan menindaklanjuti dengan memanggil oknum yang bersangkutan.

Sementara itu, Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan bahwa pihaknya masih tetap memberlakukan pemblokiran terhadap akses jejaring sosial facebook di lingkungan pemkot sampai waktu tidak terbatas.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surabaya mengambil tindakan memutus jaringan internet dilingkungan kerjanya. Hal itu karena mengganggu kinerja pegawai negeri sipil, yang membuang waktu kerjanya hanya untuk bermain facebook.

Gara-Gara Facebook, Seorang Ayah Hajar Anak Istri

DENPASAR- Gara-gara rebutan menggunakan laptop untuk ber-Facebook ria, seorang ayah naik pitam dan menganiaya anak serta istrinya. Pelaku adalah Hari Masari (41), sementara korbannya adalah Mia (16) dan Dessy Susanti (38).

“Pelaku emosi karena permintaan meminjam laptop tidak kunjung dipenuhi sehingga anaknya dipukul dengan kayu penggaris yang mengakibatkan luka lebam dan keseleo pada tangannya,” ujar sumber okezone di Poltabes Denpasar, Minggu (14/03/2010).

Melihat pelaku menganiaya anaknya Mia (16), sang ibu yang bernama Dessy Susanti langsung menegur sikap kasar suaminya. Rupanya, Hari yang sudah disulut emosi kian terpancing dengan omelan sang istri.

“Pelaku langsung memukul istrinya dengan tangan kosong di pelipis kanan istrinya. Malahan pelipis istrinya itu sampai bengkak,” tambah sumber tadi sembari menyebutkan keluarga tersebut tinggal di sekitar Jalan Uluwatu, Gang Perjuangan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Akibat perbuatan tersebut, Desy dan anaknya, Mia, memilih melaporkan ulah ayahnya ke Poltabes Denpasar. Usai dapat laporan kasus yang terjadi pada Jumat, 12 Maret, lalu, sekira pukul 21.00 Wita, polisi langsung membawa korban ke rumah sakit guna dilakukan visum et repertum (VER).

“Pelaku juga sudah diamankan, kasusnya masih ditangani satuan Reskrim Poltabes," tambahnya.

Hingga kini Pahumas Poltabes Kompol I Made Mundra belum berhasil dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan tersebut. Di hadapan polisi, pelaku yang bekerja sebagai wiraswastawan mengaku emosi karena anaknya tidak meminjamkan laptop. Saat itu, anaknya Mia memang masih asyik bermain facebook sehingga menolak memberikan laptopnya kepada sang ayah.